Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Bambang Haryo Dorong RUU Sistranas Percepat Integrasi Transportasi Nasional yang Aman, Murah, dan Berkelanjutan

Posted on 4 Agustus 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 4 Agustus 2026 – Anggota DPR RI yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) sebagai fondasi dalam membangun sistem transportasi Indonesia yang terintegrasi, aman, efisien, dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Haryo saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat serta Majelis Profesi dan Etik MTI Masa Bakti 2025–2028 yang mengusung tema “Peran Strategis RUU Sistranas dalam Mewujudkan Transportasi Massal Terintegrasi dan Berkelanjutan”, di Hotel Millennium Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo mengucapkan selamat kepada jajaran Pengurus Pusat MTI yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Haris Muhammadun. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran MTI sebagai mitra strategis pemerintah dan DPR RI dalam merumuskan kebijakan transportasi nasional yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, MTI memiliki fungsi penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, DPR, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat agar setiap kebijakan transportasi dapat menjawab kebutuhan publik secara nyata.

“MTI harus menjadi wadah yang mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah dan DPR dalam penyusunan regulasi maupun kebijakan transportasi nasional,” ujar Bambang Haryo.

Ia menyoroti masih lemahnya integrasi antarmoda transportasi di berbagai daerah yang menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan biaya perjalanan lebih besar. Kondisi tersebut dinilai mengurangi daya saing transportasi umum dan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi pribadi.

Sebagai contoh, Bambang Haryo menyebut masih banyak bandara dan pelabuhan yang belum terhubung dengan layanan transportasi massal menuju pusat kota maupun kawasan wisata. Akibatnya, penumpang masih bergantung pada transportasi semi privat atau kendaraan sewa dengan biaya yang relatif tinggi.

Baca Juga:  Ketua PSMTI Jakarta Barat Ho Kiky Hosea: Bakti Sosial Donor Darah Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

“Integrasi transportasi harus menjadi prioritas nasional agar masyarakat memperoleh layanan yang mudah, nyaman, cepat, dan terjangkau,” katanya.

Selain persoalan integrasi, Bambang Haryo juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan transportasi. Ia menilai keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pengelola infrastruktur, hingga lembaga pengawas.

Menurutnya, kecelakaan transportasi yang masih terjadi menunjukkan perlunya penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas infrastruktur, pemeriksaan kelaikan sarana transportasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor transportasi.

Ia mencontohkan perlunya standar pemeriksaan keamanan di pelabuhan yang lebih ketat sebagaimana diterapkan pada sektor penerbangan, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan sejak sebelum perjalanan dimulai.

Bambang Haryo juga menilai pendidikan dan pelatihan bagi operator transportasi harus terus ditingkatkan agar menghasilkan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan sarana transportasi sesuai standar keselamatan internasional.

Dalam paparannya, ia turut menyoroti pentingnya penguatan sistem pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR), khususnya pada kecelakaan transportasi laut. Menurutnya, proses penyelamatan korban harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan didukung sistem yang mampu mendeteksi posisi korban secara akurat.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kecelakaan laut beberapa waktu terakhir memperlihatkan masih perlunya peningkatan koordinasi antarlembaga agar waktu respons terhadap keadaan darurat dapat dipercepat.

Bambang Haryo juga mendorong penguatan kelembagaan penjaga pantai (coast guard) yang memiliki kewenangan jelas dalam menjaga keselamatan pelayaran, pengawasan wilayah perairan, hingga penanganan keadaan darurat di laut.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan sistem keselamatan maritim yang lebih terintegrasi dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, armada yang memadai, serta infrastruktur keselamatan yang tersebar di seluruh wilayah.

Menutup sambutannya, Bambang Haryo kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung lahirnya sistem transportasi nasional yang modern, terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta sinergi lintas sektor.

Baca Juga:  Rendang Gadih Go Internasional, Pertamina Bantu UMKM Kuliner Indonesia Tembus Pasar Ekspor di InaBuyer 2026

Ia optimistis MTI dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mengawal pembangunan transportasi Indonesia agar semakin mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Pos Terbaru

  • PPAK Indonesia: IndoBeauty Expo 2026 Jadi Gerbang Produk Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Global
  • ILF Expo dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 210 Peserta dari 14 Negara untuk Perkuat Industri Kulit, Alas Kaki, Tekstil, dan Garmen Indonesia
  • IndoBeauty Expo 2026 Resmi Digelar di JIExpo, Hadirkan 65 Peserta dari 8 Negara untuk Perkuat Industri Kecantikan Indonesia
  • PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Debut di Indo Beauty Expo 2026, Suhaidiar Sulaiman: Kepercayaan Jadi Fondasi Utama Bisnis Maklon Kosmetik
  • Indo Leather & Footwear Expo 2026 dan Indo Garment & Textile Expo 2026 Resmi Dibuka Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Perkuat Daya Saing Industri Nasional Menuju Pasar Global
  • Qimtronics Tampilkan Solusi Digital Healthcare Berbasis AI di Indohealthcare GAKESLAB Expo 2026
  • Menteri Kesehatan Resmi Buka Indohealthcare GAKESLAB Expo 2026, Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional
  • Muhammad Fuad Nasar: Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo Masih Menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Indonesia
  • Prof. Yudhie Haryono: Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo Kunci Mewujudkan Ekonomi Nasional Berlandaskan Pasal 33 UUD 1945
  • Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim Hadiri Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo di Jakarta
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme