Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan

Posted on 29 Juli 2026

JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) kembali menyelenggarakan Training to Miners (TTM) Series 8 sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku industri terhadap berbagai perubahan regulasi di sektor pertambangan mineral dan batu bara. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (29/7/2026), menjadi forum strategis bagi perusahaan tambang, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), hingga praktisi industri untuk memperbarui wawasan mengenai kebijakan pemerintah.

Ketua Bidang Perizinan APNI, Ense Da Cunha Solapung, mengatakan dinamika regulasi yang terus berkembang menuntut seluruh pelaku usaha pertambangan untuk mampu beradaptasi dengan cepat agar operasional perusahaan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, melalui TTM Series 8, peserta akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai prospek sektor mineral dan batu bara, perkembangan kebijakan pemerintah, hingga arah pengelolaan industri nikel nasional. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM bersama sejumlah kementerian terkait.

“Pelaku usaha perlu memahami perubahan regulasi yang sedang berlangsung agar dapat menjalankan kegiatan pertambangan secara profesional, patuh terhadap aturan, dan sesuai prinsip good mining practices,” ujar Ense.

Ia menjelaskan, salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pelatihan kali ini adalah rencana pembentukan Indonesia Mineral Exchange (IMEX) sebagai bursa mineral nasional. Kebijakan tersebut dinilai akan membawa perubahan dalam tata niaga komoditas mineral, sehingga penting dipahami sejak dini oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, APNI juga mengangkat pembahasan mengenai implementasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan hutan. Menurut Ense, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang menghadapi persoalan administrasi akibat kegiatan pertambangan yang melampaui batas kawasan hutan.

Ia menambahkan, perubahan ketentuan dari PP Nomor 24 Tahun 2021 menjadi PP Nomor 45 Tahun 2025 turut membawa konsekuensi baru bagi perusahaan tambang, terutama dalam aspek kepatuhan administrasi dan penyelesaian kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan kawasan hutan.

Baca Juga:  Bupati Fakfak Samaun Dahlan: Juara Umum MTQ Papua Barat 2026 Harus Jadi Langkah Awal Menuju Prestasi Nasional

Selama tiga hari pelaksanaan TTM Series 8, peserta memperoleh materi dari narasumber yang berasal dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Kehutanan. Materi yang disampaikan mencakup perkembangan regulasi, tata kelola pertambangan berkelanjutan, hingga strategi menghadapi tantangan industri nikel ke depan.

Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari tingginya jumlah peserta yang berasal dari perusahaan pertambangan, asosiasi industri, hingga kalangan profesional di sektor minerba dari berbagai daerah di Indonesia.

APNI berharap pelaksanaan TTM Series 8 mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertambangan serta memperkuat kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang terus berkembang. Dengan pemahaman yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan dapat mengoptimalkan operasional perusahaan sekaligus mendukung terciptanya tata kelola industri pertambangan nikel yang transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme