KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Bulan Bintang (PBB), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa kekuatan utama Partai Bulan Bintang bukan hanya terletak pada organisasi politiknya, tetapi pada kemampuan seluruh kader menjaga idealisme di tengah perubahan zaman yang semakin pragmatis.
Pesan tersebut disampaikan Yusril saat memberikan pidato usai melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Pj.) Ketua Umum Yuri Kemal Fadlullah, S.H., M.H., dalam rangkaian Puncak Milad ke-28 Partai Bulan Bintang di Ruang Flores, Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (17/7).
Dalam pidatonya, Yusril mengibaratkan perjuangan politik sebagai perjalanan mengarungi sungai dan lautan yang penuh tantangan. Karena itu, menurutnya, setiap kader PBB harus tetap memegang teguh cita-cita perjuangan dan tidak larut dalam arus kepentingan material maupun kekuasaan.
“Jangan kita kehilangan idealisme di tengah tantangan zaman. Berpolitik harus didasarkan pada iman, etika, dan cita-cita yang tinggi. Itulah yang harus menjadi pegangan seluruh kader Partai Bulan Bintang,” tegas Yusril.
Sebagai partai yang berasaskan Islam, Yusril menegaskan bahwa PBB harus terus menggali inspirasi dari ajaran Islam, terutama nilai-nilai universal yang mengajarkan keadilan, kemanusiaan, penghormatan terhadap kemajemukan, serta sikap adil kepada siapa pun.
Menurutnya, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan politik karena nilai-nilai moral dan keimanan menjadi pedoman dalam setiap keputusan politik yang diambil seseorang.
“Negara kita berdasarkan Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Mari kita isi nilai itu dengan etika dan ajaran agama masing-masing untuk membangun bangsa secara bersama-sama,” ujarnya.
Yusril juga mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya, PBB telah membuka ruang bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan latar belakang agama. Ia mencontohkan bahwa pada awal Reformasi, anggota legislatif PBB di sejumlah daerah seperti Ambon, Kalimantan Timur, hingga Papua justru banyak berasal dari kalangan non-Muslim.
Karena itu, ia meminta kepengurusan DPP yang baru menjaga semangat kebersamaan dan kemajemukan sebagai bagian dari jati diri partai.
“Jagalah kemajemukan dan kebersamaan seluruh penganut agama di Indonesia. Partai Bulan Bintang terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki niat baik membangun bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusril juga mengenang hubungan harmonis para tokoh politik lintas agama pada masa awal kemerdekaan. Ia menyebut para pemimpin Masyumi, Partai Katolik, dan Partai Kristen Indonesia pernah bekerja sama dengan baik demi kepentingan bangsa meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.
Menurutnya, semangat saling menghormati dan mengedepankan etika politik itulah yang perlu diwariskan kepada generasi penerus PBB.
Kepada jajaran pengurus baru yang mayoritas berasal dari kalangan muda, Yusril berpesan agar terus bekerja keras membesarkan partai. Ia menyampaikan bahwa generasi senior kini siap menjadi tempat bertanya dan memberikan pertimbangan bagi kepengurusan baru.
“Kami yang lebih senior siap memberikan nasihat dan pengalaman. Silakan dipertimbangkan, jika baik dijalankan, jika tidak sesuai tentu tidak perlu dilakukan. Yang terpenting adalah kemajuan Partai Bulan Bintang,” ujarnya.
Yusril berharap PBB dapat kembali memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2029. Namun, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan partai bukan semata-mata besarnya jumlah kursi, melainkan seberapa besar kontribusi yang diberikan bagi bangsa dan negara.
“Partai Bulan Bintang tidak harus menjadi partai terbesar. Yang paling penting adalah tetap eksis, konsisten memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini, hadir di panggung politik nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Pidato Yusril Ihza Mahendra menutup prosesi pelantikan pengurus baru DPP Partai Bulan Bintang sebelum dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan PBB yang telah memasuki usia ke-28 tahun dan komitmen melanjutkan perjuangan menuju masa depan partai yang lebih kuat.

