Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Kolaborasi Strategis Karbon Kredit, PT Karbon Bumi Pertiwi Dukung Ampetra di Deklarasi Nasional

Posted on 3 Mei 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 3 Mei 2026 — Momentum Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia) tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis lintas sektor. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ampetra dan sejumlah perusahaan tambang sebagai mitra, yang berlangsung di Jakarta, Minggu (3/5).

Usai menghadiri penandatanganan MoU tersebut, Manager Operasional PT Karbon Bumi Pertiwi, Uzair, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung kemitraan bersama Ampetra. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan sektor pertambangan tradisional yang lebih modern, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Uzair menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan inisiatif berbasis karbon kredit sebagai bagian dari strategi investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan karbon kredit sebagai bagian dari transformasi ekonomi hijau. Saat ini memang masih dalam proses, namun ke depan ini akan menjadi peluang besar, baik dari sisi investasi maupun keberlanjutan lingkungan,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama internasional, termasuk dengan pihak dari Singapura, menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan inovasi dan teknologi yang lebih maju, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kemitraan menjadi kunci. Dengan berkolaborasi bersama Ampetra, kami optimistis bisa bergerak lebih cepat dibandingkan berjalan sendiri. Partnership itu jauh lebih efektif untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Menurut Uzair, kehadiran Ampetra sebagai wadah penambang tradisional menjadi peluang besar untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan antara pelaku usaha, masyarakat, dan investor. Ia berharap kemitraan ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan penambang sekaligus menciptakan sistem pertambangan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga:  Ketua DPC PBB Payakumbuh Nasmi Ikuti Bimtek Nasional 2026, Tegaskan Peran DPRD dalam Legislasi, Pengawasan, dan Anggaran

Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia sendiri menjadi tonggak awal dalam memperkuat jaringan penambang tradisional di seluruh Indonesia, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme