KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Tokoh nasional Betawi, Eki Pitung, menginisiasi kegiatan doa bersama dan santunan bagi 500 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar spiritual untuk bangsa di tengah dinamika geopolitik dunia.
Kegiatan yang berlangsung pada hari ke-28 bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, ulama, serta perwakilan organisasi, dan menjadi momentum refleksi bersama demi kekuatan dan persatuan Indonesia.
Dalam sambutannya, Eki Pitung yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi dan Ketua Umum Syarikat Islam DKI Jakarta mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperbanyak doa serta menjaga soliditas nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi, khususnya di era digital saat ini. Menurutnya, masyarakat harus mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa. Jangan sampai terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan justru merusak persaudaraan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah, termasuk mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia berharap setiap kebijakan yang diambil dapat membawa kebaikan bagi rakyat Indonesia serta mendukung perjuangan kemanusiaan di tingkat global.
Selain sebagai ajang doa bersama, kegiatan ini juga menjadi bagian dari tradisi tahunan yang telah berjalan konsisten selama lebih dari satu dekade. Eki Pitung mengungkapkan bahwa santunan anak yatim di bulan Ramadhan merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dalam menebar kepedulian.
“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan sekitar 15 tahun. Tahun ini kita santuni sekitar 500 anak yatim, sebelumnya bahkan pernah mencapai lebih dari 1.000 anak. Ini adalah wujud kebersamaan dan kepedulian kita semua,” ungkapnya.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan, diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta harapan agar Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan solidaritas sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

