Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

LAZNAS NPC Resmi Diluncurkan, Kelola Ratusan Miliar Dana Kemanusiaan untuk Palestina dan Indonesia

Posted on 6 Januari 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta — Nusantara Palestina Center (NPC) resmi memasuki babak baru perjuangan kemanusiaan setelah ditetapkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Peluncuran LAZNAS NPC digelar dalam Launching Ceremony bertema “Solid untuk Kemanusiaan, Khidmat untuk Keumatan” di City Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting penguatan sistem zakat nasional yang berorientasi pada solidaritas global, kemandirian bangsa, serta keberlanjutan program kemanusiaan, khususnya untuk rakyat Palestina dan masyarakat rentan di Indonesia.

Founder Nusantara Palestina Center, Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim, menegaskan bahwa LAZNAS NPC dibangun di atas fondasi kepatuhan terhadap regulasi negara dan sinergi lintas lembaga.

“LAZNAS NPC kami bangun dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi negara serta kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Agama, PPKB, TKS, hingga mitra distribusi dan edukasi di Indonesia maupun di Palestina,” ujar Bang Onim.

Meski sejumlah pejabat, ulama, dan menteri yang dijadwalkan hadir berhalangan karena agenda kenegaraan mendadak atas undangan Presiden Prabowo Subianto, hal tersebut tidak mengurangi makna peluncuran LAZNAS NPC sebagai momentum strategis penguatan gerakan zakat dan kemanusiaan nasional.

Dalam pemaparannya, Bang Onim mengungkapkan bahwa total dana kemanusiaan yang telah dan akan dikelola NPC mencapai kisaran 300 miliar rupiah. Dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk Palestina, tetapi juga untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan di dalam negeri.

“Saat ini kami telah membuka cabang di Maluku, Papua, Aceh, Medan, dan Bandung, dengan pusat nasional di Jakarta. Jaringan ini kami bangun untuk memperkuat respon darurat, khususnya bantuan pangan dan air bersih,” jelasnya.

Ke depan, LAZNAS NPC juga menargetkan pembangunan sistem mandiri, termasuk pengembangan pabrik air minum dan penguatan sistem teknologi pendukung untuk memastikan keberlanjutan program kemanusiaan.

Baca Juga:  PT Gracia Visi Pratama Tawarkan Solusi Terintegrasi Healthcare Solution & Supplies di Hospital Expo 2025

Bang Onim turut menyinggung kondisi fasilitas kemanusiaan di Palestina yang hancur akibat agresi, mulai dari pabrik air minum, klinik kesehatan, hingga jatuhnya korban dari relawan Indonesia. Kondisi tersebut, menurutnya, justru memperkuat tekad NPC untuk membangun program yang mandiri, berkelanjutan, dan berdampak jangka panjang di wilayah konflik.

Sementara di dalam negeri, NPC masih berfokus pada penanganan darurat, namun akan berlanjut ke program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani dan nelayan di Papua, Maluku, serta wilayah lain di Nusantara. Program jangka panjang mencakup penguatan ekonomi rakyat, pembangunan fasilitas kesehatan, serta dukungan sektor produktif.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. NPC akan terus melanjutkan program-program kemanusiaan yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata, baik untuk Indonesia maupun Palestina,” tegas Bang Onim.

Direktur Eksekutif Nusantara Palestina Center, Masri Udin, Lc., Dipl., menegaskan bahwa sejak awal berdiri, NPC mengusung dua pilar utama, yakni edukasi dan kegiatan charity kemanusiaan.

“Kami fokus pada dua hal utama, edukasi dan charity. Dua pilar ini menjadi filosofi inti kami dalam berjuang dan memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Masri Udin.

Ia menjelaskan bahwa Palestina dipilih sebagai fokus perjuangan NPC karena hingga saat ini masih menjadi satu-satunya bangsa yang belum merdeka, sekaligus memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Indonesia.

“Palestina adalah bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Peran Amin al-Husaini yang sejak 1944 mengampanyekan kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional adalah fakta sejarah yang tidak boleh dilupakan,” tegasnya.

Masri Udin menegaskan bahwa LAZNAS NPC tidak terkait dengan kepentingan politik mana pun, baik di dalam negeri maupun di Palestina.

“Gerakan kami murni kemanusiaan, sejalan dengan politik negara, dan berorientasi pada amanah publik,” jelasnya.

Baca Juga:  PT Sigma Bimed Raih Penghargaan Peserta Setia Hospital Expo 2025

Sejak berdiri pada 2018, NPC telah mengelola dana kemanusiaan dengan total distribusi mencapai sekitar 380 miliar rupiah yang disalurkan melalui lima pilar program, meliputi kesehatan, pendidikan, infrastruktur, edukasi, dan tanggap darurat. Salah satu program unggulan adalah pendirian TK Nurani Indonesia untuk anak-anak yatim Palestina serta Program Yatim Palestina yang setiap tahun menjangkau lebih dari seribu anak.

Dukungan terhadap LAZNAS NPC juga datang dari Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, yang hadir langsung dalam acara tersebut.

“NPC bukan lembaga baru. Sejak masih berstatus NGO, mereka sudah konsisten bergerak di bidang kemanusiaan dan memiliki laporan keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Ini menunjukkan tingkat akuntabilitas yang sangat baik,” ujar Syahrul.

Menurutnya, perubahan status NPC menjadi LAZNAS akan semakin memperkuat kepercayaan publik serta meningkatkan potensi penghimpunan dana zakat dan kemanusiaan secara nasional.

“Kami berharap LAZNAS NPC dapat menjadi mitra strategis parlemen dalam kerja-kerja kemanusiaan dan diplomasi internasional, khususnya terkait perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

Launching LAZNAS NPC ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan zakat nasional yang berorientasi pada kemanusiaan global, solidaritas umat, dan kemandirian bangsa, sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu kekuatan moral dunia dalam isu kemanusiaan internasional.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme