Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Bantu Hutan Brasil Rp16,7 Triliun, Robinson Napitupulu Soroti Anomali Perlindungan Hutan di Dalam Negeri

Posted on 1 Januari 2026

KOMPASINDO,CO.ID, JAKARTA, Kamis (1/1/2026) – Robinson Napitupulu menyoroti adanya anomali dan ironi dalam kebijakan lingkungan global dan nasional. Ia mempertanyakan komitmen perlindungan hutan ketika Indonesia ikut membantu pelestarian hutan tropis di Brasil dengan dana mencapai Rp16,7 triliun, sementara kondisi hutan di negeri sendiri justru masih banyak yang gundul dan rusak parah.

“Ini anomali. Hutan tropis di Brasil yang jauh dari kita dibantu triliunan rupiah, sementara hutan di negeri sendiri dibiarkan gundul, rusak, dan tak terurus. Macam mana pula kau bujang,” ujar Robinson, mengutip ungkapan khas tokoh Naga Bonar untuk menggambarkan keheranannya.

Menurut Robinson, bantuan internasional tentu merupakan bagian dari tanggung jawab global dalam menghadapi krisis iklim. Namun demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utama seharusnya tetap pada penyelamatan lingkungan hidup di dalam negeri, terutama hutan-hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat lokal dan penyangga ekosistem nasional.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan hutan di Indonesia telah memicu berbagai bencana ekologis, seperti banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, hingga hilangnya mata pencaharian rakyat. Dampaknya bukan hanya lingkungan, tetapi juga kemanusiaan, sosial, dan ekonomi.

“Kalau hutan kita sendiri terus dibiarkan gundul, rakyat yang akan menjadi korban. Sudah terlalu banyak bukti: rumah hilang, lahan rusak, nyawa melayang. Jangan sampai kepedulian lingkungan hanya terlihat gagah di panggung internasional, tetapi lemah di rumah sendiri,” tegasnya.

Robinson mendorong pemerintah agar bersikap adil dan seimbang dalam kebijakan lingkungan, dengan memperketat izin pembalakan, mewajibkan reboisasi, menindak tegas perusak hutan, serta memprioritaskan anggaran pemulihan lingkungan di wilayah-wilayah terdampak kerusakan parah.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk menjadikan pelestarian hutan sebagai gerakan nasional yang nyata, bukan sekadar jargon atau pencitraan.

Baca Juga:  PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

“Cinta lingkungan dimulai dari rumah sendiri. Selamat Tahun Baru 2026, semoga tahun ini menjadi titik balik kesadaran kita untuk benar-benar menjaga hutan Indonesia,” pungkas Robinson Napitupulu.

Pos Terbaru

  • DPN PERADI Gelar Seminar Internasional, Bahas Jaminan Akuisisi, Asuransi dan Kontrak Konstruksi
  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme