Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

DPRD Nabire Siap Tindak Tegas Oknum dan Mafia Minyak Tanah Subsidi di Papua Tengah

Posted on 7 November 2025

KOMPASINDO.CO.ID, Papua Tengah – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Nabire, Poppy Amir Sawaka, bersama anggota Komisi B lainnya, menegaskan langkah tegas untuk membongkar dugaan praktik mafia dalam penyaluran minyak tanah (MT) bersubsidi di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (7/11), Poppy menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena distribusi minyak tanah subsidi tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Saya dan rekan-rekan di Komisi B DPRD Nabire akan bongkar mafia minyak tanah subsidi ini. Tiga agen yang ada sudah terlalu lama memonopoli penyaluran, dan kurang pengawasan dari pihak pemerintah. Akibatnya, banyak minyak tanah dijual ke pihak ketiga dengan harga yang tidak wajar,” ujar Poppy tegas.

Menurutnya, harga minyak tanah bersubsidi yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau kini melonjak hingga Rp50.000 per liter. “Bayangkan, ini minyak tanah subsidi, tapi di lapangan bisa sampai lima puluh ribu per liter. Ini jelas ada permainan. Kasihan masyarakat kecil yang paling terdampak,” tambahnya.

Poppy mengungkapkan, indikasi penyimpangan tersebut semakin kuat setelah Komisi B menerima banyak pengaduan masyarakat saat melaksanakan kegiatan hearing dan kunjungan kerja di berbagai distrik di Nabire. “Warga menyampaikan langsung keluhan mereka. Banyak yang sudah berbulan-bulan tidak bisa mendapatkan minyak tanah dengan harga subsidi. Ini sudah darurat,” jelasnya.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di DPRD Nabire siang tadi, Komisi B telah memanggil tiga agen resmi minyak tanah serta pihak pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan pengendalian distribusi. Namun, ketiga pimpinan agen tidak hadir dan hanya mengutus staf, sementara pihak pemerintah daerah yang diundang juga tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga:  Rakercab II IWAPI Jakarta Utara 2026 Perkuat Ketahanan Bisnis Perempuan, Satukan Sinergi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

“Kami sangat kecewa. Ini rapat penting untuk mencari solusi dan menegakkan tanggung jawab publik, tapi para pihak justru tidak menghormati undangan resmi DPRD. Ini akan kami tindaklanjuti secara kelembagaan,” ujar Poppy.

Ketua Komisi B itu menegaskan, pihaknya akan segera memanggil ulang seluruh agen dan instansi pemerintah terkait untuk dimintai pertanggungjawaban. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan di Papua Tengah, segera turun tangan untuk mengusut adanya indikasi praktik monopoli dan penyalahgunaan distribusi minyak tanah bersubsidi di Nabire.

“Kami di Komisi B tidak akan tinggal diam. Negara sudah memberikan subsidi untuk rakyat, bukan untuk dipermainkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi. Kalau perlu, kasus ini kami dorong ke penegak hukum agar mafia minyak tanah benar-benar dibongkar,” tegasnya.

Selain itu, Poppy juga mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan ESDM agar segera melakukan evaluasi total terhadap sistem distribusi minyak tanah di Kabupaten Nabire. Ia menilai, monopoli oleh hanya tiga agen tanpa pengawasan yang ketat sangat berisiko menciptakan celah penyimpangan.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Komisi B akan memastikan masyarakat Nabire kembali mendapatkan haknya untuk membeli minyak tanah subsidi dengan harga yang layak. Ini soal keadilan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Rapat lanjutan antara Komisi B DPRD Kabupaten Nabire dengan pihak agen minyak tanah dan Pemerintah Daerah dijadwalkan digelar kembali dalam waktu dekat untuk membahas langkah konkret penertiban sistem distribusi dan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam dugaan praktik mafia minyak tanah bersubsidi di wilayah Papua Tengah.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme