Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Pimpin Konsolidasi Nasional PPTN: Satukan Langkah Menuju Tambang Berdaulat dan Berkeadilan

Posted on 6 November 2025

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta – Senin (1/12) Dalam momentum penting bagi kebangkitan sektor pertambangan nasional, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Tambang Nusantara (PPTN), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, SE., MM., memimpin langsung konsolidasi dan persiapan Rapat Pleno Dewan Pengawas serta jajaran Pengurus Besar PPTN. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Senin, 7 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan arah kebijakan organisasi dalam mewujudkan industri tambang nasional yang mandiri, transparan, serta berdaya saing global.

Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin menegaskan pentingnya kekompakan seluruh pelaku usaha tambang dari berbagai daerah guna memperjuangkan kedaulatan sumber daya alam Indonesia. “Saatnya pengusaha tambang bersatu dalam barisan yang kokoh. PPTN hadir bukan hanya sebagai wadah, tetapi sebagai kekuatan moral, ekonomi, dan kebangsaan untuk membela kepentingan nasional,” ujarnya.

Didampingi Ketua Dewan Pembina PPTN, Bambang Trihatmodjo, Prof. Tubagus menekankan pentingnya tata kelola pertambangan yang adil, transparan, serta berorientasi pada pemberdayaan pelaku usaha nasional dan masyarakat sekitar tambang. Ia menilai bahwa di tengah tantangan global—mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga tekanan ekonomi dunia—pengusaha tambang Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“PPTN berkomitmen memperkuat peran pengusaha nasional agar tidak hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kekayaan alam negeri ini,” tegasnya.

Rapat pleno itu juga membahas sejumlah agenda strategis, meliputi:

* Harmonisasi regulasi pertambangan antara pemerintah pusat dan daerah
* Akselerasi kemitraan pengusaha lokal dengan BUMN dan swasta nasional
* Penguatan sistem pengawasan berbasis digital untuk meningkatkan transparansi
* Penguatan perlindungan hukum bagi pelaku usaha tambang yang taat aturan dan peduli lingkungan

Selain fokus pada pertambangan mineral dan batu bara, PPTN juga menyatakan kesiapan mendukung kelompok masyarakat yang mengelola sumber daya energi rakyat. Prof. Tubagus menegaskan bahwa PPTN siap membantu pembiayaan dan pendampingan terhadap kelompok tani atau pengelola sumur minyak rakyat di seluruh Indonesia, khususnya sumur-sumur tua, agar dapat beroperasi secara legal dan berizin resmi.

Baca Juga:  PT Bank Aset Nusantara Indonesia Resmi Lantik Direktur Wilayah Riau dan Sumatera Barat

“Asosiasi ini siap menjadi jembatan bagi masyarakat, koperasi, atau kelompok usaha untuk memperoleh izin resmi dari pemerintah. Kita ingin potensi energi rakyat dikelola dengan tertib, aman, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Dengan mengusung tema besar “Bersatu untuk Tambang Berdaulat,” rapat pleno ini diharapkan menghasilkan rekomendasi penting bagi pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri tambang yang pro-rakyat, pro-lingkungan, dan berkelanjutan.

Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin juga mengajak seluruh anggota PPTN untuk menjadikan organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi industri tambang hijau di Indonesia. Menurutnya, pembangunan sektor tambang ke depan harus menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta pelestarian lingkungan.

“Kedaulatan tambang dan energi bukan hanya soal ekonomi, tetapi kemandirian bangsa. Setiap sumber daya yang dikelola harus memberi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.

Rapat Pleno Nasional PPTN kali ini akan dihadiri ratusan anggota dari berbagai provinsi serta para pemangku kepentingan dari kementerian, akademisi, asosiasi industri, hingga lembaga hukum.

Dengan kepemimpinan visioner Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, SE., MM., Persatuan Pengusaha Tambang Nusantara menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan kolektif nasional yang aktif membangun masa depan industri tambang dan energi Indonesia yang berdaulat, berdaya saing, dan berkeadilan.

Pos Terbaru

  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
  • myBCA JSD Blok M Festival 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Lebih dari 11 Zona Kreatif dan Pengalaman Urban Terbesar di Jakarta
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme