KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Johan Johannes, Senior Product Consultant SEKISUI asal Jepang dengan brand unggulan Thermobreak (Thermal & Acoustic Insulation), berbicara dalam wawancara bersama awak media di booth pameran RHVAC Indonesia 2025. Pameran internasional terbesar di Asia Tenggara untuk teknologi refrigerasi, AC, ventilasi, dan efisiensi energi ini berlangsung pada 24–26 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/9).
Mengusung tema “Driving Energy-Efficient and Low-Carbon Transition in Cooling & HVAC Sector”, keikutsertaan SEKISUI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi isolasi yang mendukung efisiensi energi, keberlanjutan, sekaligus memenuhi standar keselamatan internasional.
Dalam pernyataannya, Johan menjelaskan bahwa SEKISUI merupakan perusahaan Jepang yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2006 melalui produk Thermobreak. Selama hampir dua dekade, produk ini telah digunakan di berbagai proyek besar, mulai dari gedung komersial, pabrik, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas industri berskala nasional. “Thermobreak merupakan isolasi termal dan akustik yang digunakan untuk aplikasi ducting, pipa, maupun instalasi HVAC lainnya. Produk ini kami hadirkan untuk memberikan solusi efisiensi energi sekaligus perlindungan yang tahan lama,” ungkap Johan.
Produk Thermobreak didistribusikan di Indonesia secara eksklusif oleh PT Kreasi Solusi Indoprima. Menurut Johan, kehadiran SEKISUI di RHVAC Indonesia 2025 merupakan momentum penting, karena selain menunjukkan konsistensi partisipasi pasca-pandemi, perusahaan juga memperkenalkan berbagai inovasi terbaru.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah jenis isolasi khusus untuk aplikasi indoor maupun outdoor. Untuk aplikasi luar ruangan, Thermobreak kini memiliki varian yang mampu bertahan langsung di bawah paparan sinar matahari tanpa memerlukan lapisan pelindung tambahan (jacketing). Hal ini dinilai memberikan keuntungan besar bagi kontraktor karena menghemat biaya instalasi dan total biaya proyek.
Selain itu, SEKISUI juga membawa varian isolasi berlapis warna hitam dan warna perak, memberikan fleksibilitas pilihan sesuai kebutuhan estetika maupun teknis. “Kami menyadari bahwa pasar membutuhkan opsi yang beragam. Dengan varian ini, pengguna bisa menyesuaikan tampilan sekaligus mendapatkan performa isolasi terbaik,” tambah Johan.
Johan menekankan bahwa Thermobreak memiliki keunggulan teknologi dibandingkan produk sejenis karena menggunakan polimer dengan metode physical crosslink, bukan chemical crosslink seperti kebanyakan produk lain. Teknologi dari SEKISUI ini membuat Thermobreak memiliki konduktivitas termal rendah, daya tahan tinggi, serta kualitas isolasi yang konsisten dalam jangka panjang. Dari sisi keselamatan, Thermobreak juga memiliki performa fire rating unggul dan teruji dengan berbagai standar internasional. Produk ini memenuhi BS 476 Part 6 & 7 (Class 0) dengan hasil low flame spread (tidak menjalar), masuk kategori Class A pada UL 723 / ASTM E84 dengan Flame Spread Index ≤ 25 dan Smoke Developed Index ≤ 50, serta telah mendapatkan FM Approved untuk aplikasi pada proyek dengan standar keselamatan ketat. Selain itu, uji ISO 5660 Cone Calorimeter menunjukkan tingkat pelepasan panas yang sangat rendah sehingga risiko penyebaran api dapat ditekan. Dengan kombinasi sertifikasi tersebut, Thermobreak terbukti sebagai insulasi dengan sifat fire retardant unggul — tahan api, tidak mudah terbakar, tidak menjalar, dan menghasilkan asap rendah sehingga aman bagi penghuni maupun peralatan di dalam bangunan.
“Banyak produk di pasar mengklaim memiliki kualitas serupa, tetapi tanpa pengujian yang kredibel. Karena itu, kami berharap adanya dukungan dari pemerintah, asosiasi kontraktor, asosiasi konsultan, pemilik gedung, serta lembaga profesi teknik sipil dan mekanikal untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pengujian material. Dengan begitu, para kontraktor, konsultan, hingga pemilik proyek dapat lebih memahami spesifikasi dan standar keselamatan dalam memilih produk yang benar-benar teruji,” tegas Johan.
Dalam kesempatan yang sama, Johan menyampaikan harapannya terhadap industri pendingin dan HVAC di Indonesia. Ia menilai bahwa pemulihan ekonomi pasca-pandemi berjalan lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, edukasi pasar, serta peningkatan daya beli masyarakat sangat diperlukan. “Pameran ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan pelaku industri dengan pengguna akhir. Harapan kami, semakin banyak kontraktor dan pengunjung yang hadir agar mereka bisa mengenal langsung keunggulan Thermobreak,” ujarnya.
Kehadiran SEKISUI melalui produk Thermobreak di RHVAC Indonesia 2025 mempertegas peran perusahaan dalam mendorong transisi energi rendah karbon di sektor pendingin dan HVAC, sekaligus menghadirkan standar baru dalam efisiensi energi, keselamatan, dan keberlanjutan.
