JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, 14 Agustus 2025 – Krista Exhibitions resmi membuka INDO LEATHER & FOOTWEAR Expo 2025, pameran internasional ke-18 yang menjadi ajang utama bagi industri kulit dan alas kaki di Indonesia. Acara ini digelar 14–16 Agustus 2025 di Hall D1 dan D2, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, menghadirkan 250 peserta dari 9 negara yang memamerkan beragam produk kulit, alas kaki, mesin, teknologi manufaktur, bahan baku, dan layanan pendukung.
Pameran ini menjadi titik temu strategis bagi produsen, pemasok, pembeli, desainer, dan pelaku industri kreatif, membuka peluang kemitraan dan memperluas pasar global.

Christina Sudjie, CMO PT Kristamedia Pratama, membuka acara dengan menegaskan bahwa INDO LEATHER & FOOTWEAR Expo tidak hanya menjadi ajang pamer produk, tetapi juga wadah inovasi, edukasi, dan kolaborasi. “Kami menghadirkan pelaku industri terbaik, teknologi terbaru, dan ide-ide kreatif untuk mendukung perkembangan industri kulit dan alas kaki Indonesia,” ujarnya.
Daud D. Salim, CEO PT Kristamedia Pratama, dalam sambutannya menekankan bahwa pameran ini dirancang untuk menjawab tantangan sekaligus peluang industri di era globalisasi. “Kami ingin menjadikan pameran ini sebagai katalis bagi industri nasional untuk semakin berdaya saing di kancah internasional,” katanya.

Budi Purwoko, Ketua Umum DPP APKI (Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia), mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini sebagai momentum penting memperkuat rantai pasok industri kulit dalam negeri. “Dengan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, kita bisa membangun industri kulit yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan bahwa sektor kulit dan alas kaki juga memiliki potensi besar sebagai produk wisata dan ekonomi kreatif. “Pameran ini dapat menjadi etalase kreativitas dan daya cipta Indonesia, sekaligus mendukung promosi pariwisata berbasis industri kreatif,” paparnya.
Sementara itu, Adie Rochmanto Pandiangan, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, mewakili Menteri Perdagangan, menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan regulasi, pembinaan, dan fasilitasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia. “Kita harus memanfaatkan peluang pasar global dengan memperkuat kualitas, inovasi, dan keberlanjutan produksi,” tegasnya.
Dengan kehadiran berbagai stakeholder penting, INDO LEATHER & FOOTWEAR Expo 2025 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri kulit dan alas kaki dunia.

