KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Wilianto Tanta kembali dipercaya memimpin Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) untuk periode 2026-2030. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) PSMTI ke-8 yang digelar di Redtop Hotel Jakarta, Sabtu malam, 5 September 2026.
Kepercayaan untuk kembali memimpin PSMTI menjadi amanah kedua bagi Wilianto Tanta setelah sebelumnya menjalankan kepemimpinan organisasi tersebut. Terpilihnya kembali Wilianto juga mendapat dukungan dari jajaran PSMTI yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Munas PSMTI ke-8 dihadiri para ketua PSMTI dari 30 provinsi serta sekitar 260 ketua tingkat kota dan kabupaten. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi keluarga besar PSMTI untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah organisasi untuk empat tahun mendatang.


Usai menerima bendera Pataka PSMTI dari Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) sekaligus Utusan Khusus Presiden, Wilianto Tanta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Ini adalah amanah yang kedua, kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin masa jabatan 2026-2030,” ujar Wilianto dalam sambutannya.
Wilianto menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya akan diarahkan untuk membawa PSMTI melangkah lebih maju. Ia bahkan memasang target peningkatan kinerja organisasi secara signifikan dengan mengusung semangat “tiga kali lebih baik”.
“Kita melangkah lebih maju ke depan dengan harapan tiga kali lebih baik,” tegasnya.
Menurut Wilianto, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh jajaran PSMTI mempertahankan kekompakan, membangun kerja sama yang baik dan berjalan bersama dalam menjalankan program organisasi.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar tetap menjaga cita-cita para pendiri PSMTI yang telah membangun organisasi selama 28 tahun.
“Saya percaya Bapak Ibu semua, saudara-saudara saya yang hadir di Munas ke-8 ini dapat membantu dan kembali mendukung saya agar organisasi ini menjadi organisasi yang terpandang di tengah masyarakat maupun di seluruh tanah air Indonesia,” katanya.
Dalam sambutannya, Wilianto turut menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Ia menyampaikan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi bagian dari kekuatan bangsa Indonesia.
“Kita boleh berbeda, tetapi kita tetap bersatu. Inilah Indonesia. Kita bangga karena kita adalah bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya.
Wilianto juga mengungkapkan harapannya agar hubungan PSMTI dengan pemerintah semakin erat pada periode kepemimpinan 2026-2030.
Ia mengingat kembali sejumlah momentum ketika PSMTI diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara dan Istana Merdeka. Selain itu, PSMTI juga pernah bertemu dengan Prabowo Subianto sebelum dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Atas pengalaman tersebut, Wilianto berharap pada periode keduanya PSMTI kembali memperoleh kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami merindukan apabila di periode kedua ini kami dari PSMTI dapat lagi berjumpa atau diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta Munas PSMTI ke-8.
Wilianto menegaskan bahwa apabila pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto terealisasi, kesempatan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Ketua Umum, melainkan menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar PSMTI.
“Saya sebagai Ketua Umum selalu terbuka kepada seluruh pengurus,” ujarnya.
Lebih jauh, Wilianto mengajak seluruh jajaran PSMTI dari berbagai wilayah, termasuk Papua, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Bali dan daerah lainnya, untuk terus menjaga kebersamaan.
Ia menilai kekompakan seluruh anggota menjadi modal utama untuk membawa PSMTI semakin kuat sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat dan bangsa.
Selain persatuan, Wilianto juga menekankan pentingnya menjaga keamanan serta mendukung dunia usaha. Hal tersebut dinilai relevan karena banyak anggota PSMTI merupakan pelaku usaha yang membutuhkan iklim yang aman dan kondusif.
“Semoga Tuhan memberikan kita kesehatan dan kekuatan bersama dalam menjalankan amanah ini,” tutur Wilianto.
Dengan terpilihnya kembali Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026-2030, Munas PSMTI ke-8 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga persatuan dan meningkatkan kontribusi PSMTI di tengah masyarakat Indonesia.
Dukungan dari jajaran PSMTI di 30 provinsi serta sekitar 260 ketua tingkat kota dan kabupaten menjadi modal penting bagi kepemimpinan Wilianto Tanta untuk merealisasikan target membawa PSMTI tiga kali lebih baik selama periode 2026-2030.
