Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Dewi Motik Soroti KLB KOWANI: Tak Mungkin Organisasi Besar Digoyang Segelintir Orang

Posted on 10 September 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Dewan Pertimbangan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dr. Hj. Dewi Motik Pramono, M.A., M.Si., menilai perjalanan kepengurusan KOWANI tetap berjalan dengan baik meski sempat diwarnai dinamika dan gonjang-ganjing terkait kepemimpinan organisasi beberapa waktu lalu.

Dewi Motik juga mengenang proses pelantikan Ketua Umum KOWANI yang menurutnya berlangsung sangat baik dan lancar. Ia menilai suasana pelantikan ketika itu menunjukkan adanya kekompakan serta semangat kebersamaan dalam organisasi perempuan yang memiliki sejarah panjang tersebut.

“Kita lihat sendiri bahwa suasana pelantikannya bagus sekali, berjalan dengan lancar,” ujar Dewi Motik saat menghadiri HUT ke-7 Perhimpunan Perempuan Indonesia (PERPINA) yang dirangkai dengan Women Leaders Summit 2026 serta pelantikan Pengurus DPP PERPINA periode 2026–2031 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dewi Motik hadir bersama 11 anggota KOWANI. Di antaranya Ketua Umum KOWANI Ny. Nanik Istumawati, Wakil Ketua Umum KOWANI Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), serta Ekonomi dan Koperasi Atiek Sardjana, Wakil Sekretaris Jenderal KOWANI Ny. Nani Ludiana, serta Tim Ahli KOWANI.

Kehadiran jajaran KOWANI tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan HUT ke-7 PERPINA, Women Leaders Summit 2026 sekaligus pelantikan kepengurusan baru DPP PERPINA periode 2026–2031.

Menurut Dewi Motik, setiap organisasi perempuan memiliki karakter, gaya kepemimpinan dan ciri khas masing-masing. Perbedaan tersebut, kata dia, justru menjadi warna tersendiri dalam perjalanan organisasi selama tetap berada dalam koridor aturan dan semangat kebersamaan.

“Kita lihat bahwa setiap organisasi mempunyai gaya pemimpin yang baik, tetapi mempunyai ciri khas yang mewarnai organisasi mereka masing-masing. Ternyata sampai hari ini tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  Queens Kitchen Perkenalkan Ayam Bomboe, Inovasi Makanan Beku Halal di Halal Indo 2025

Ia menuturkan, KOWANI sebagai organisasi yang menaungi banyak organisasi perempuan terus memantau berbagai program yang dijalankan para anggotanya. Ia berharap program-program tersebut dapat terus berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami selalu sebagai pengurus inti menyaksikan bahwa program-program dari anggota kami berjalan sukses dan lancar. Insya Allah seterusnya,” tuturnya.

Dewi Motik kemudian menyinggung gonjang-ganjing yang sempat terjadi di tubuh KOWANI beberapa waktu lalu. Ia menyoroti adanya sekelompok orang yang disebutnya hanya berjumlah sekitar 11 atau 13 orang yang kemudian menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dan mengatasnamakan KOWANI.

Menurutnya, keberadaan kelompok kecil tersebut tidak dapat dijadikan ukuran untuk menggambarkan keseluruhan KOWANI sebagai organisasi besar.

“Kalau ada 11 atau 13 orang berkumpul kemudian mengaku-ngaku sebagai KOWANI, saya rasa itu sangat disayangkan. KOWANI adalah organisasi yang besar,” ujar Dewi Motik.

Ia menegaskan, KOWANI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan gerakan perempuan Indonesia serta menaungi sekitar 135 organisasi anggota. Karena itu, menurutnya, sangat sulit membayangkan sebuah organisasi sebesar KOWANI dapat dikalahkan atau direpresentasikan hanya oleh segelintir orang.

“Mana mungkin satu organisasi yang sudah hampir 100 tahun berjalan dengan bagus, dengan anggota yang begitu banyak, bisa dikalahkan hanya oleh beberapa orang yang mengatasnamakan KOWANI,” tegasnya.

Dewi Motik juga mengingatkan bahwa setiap organisasi memiliki aturan dan mekanisme yang harus dihormati. Termasuk dalam hal pergantian kepemimpinan maupun penyelenggaraan forum organisasi, semuanya harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Kita ini organisasi. Ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Semua ada aturannya,” jelasnya.

Ia menilai pemahaman terhadap AD/ART menjadi sangat penting agar tidak terjadi klaim sepihak yang justru dapat menimbulkan kebingungan di tengah anggota maupun masyarakat.

Baca Juga:  Herlina Pakpahan Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Srikandi Hanura 2025–2030, Dihadiri Jajaran DPP Partai Hanura

Menurut Dewi Motik, KOWANI yang telah berdiri hampir satu abad bukan hanya sebuah nama, tetapi merupakan wadah besar yang dibangun melalui perjalanan panjang dan kontribusi berbagai organisasi perempuan.

“KOWANI sudah hampir 100 tahun berjalan. Sekarang hampir 135 organisasi yang tetap menjadi anggota kita,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi anggota KOWANI untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, dinamika kepemimpinan seharusnya tidak menghilangkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan KOWANI.

“Harapan kita adalah persatuan dan kesatuan,” tegas Dewi Motik.

Ia berharap kepengurusan KOWANI dapat terus menjalankan program-program organisasi secara konsisten hingga masa kepengurusan berakhir. Setiap organisasi anggota juga diharapkan tetap membawa nama KOWANI dengan baik.

Dewi Motik menambahkan, perbedaan gaya kepemimpinan di antara organisasi perempuan merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh pihak tetap harus menghormati aturan organisasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

“Yang penting masing-masing organisasi membawa KOWANI dengan baik,” pungkasnya.

Pos Terbaru

  • DPN PERADI Gelar Seminar Internasional, Bahas Jaminan Akuisisi, Asuransi dan Kontrak Konstruksi
  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme