KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Permasalahan limbah kulit kerang yang selama ini menumpuk di kawasan pesisir Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, membuka peluang lahirnya inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Universitas Darma Persada berupaya mengubah limbah kulit kerang menjadi produk paving block bernilai ekonomi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama dua hari, pada 06–07 Agustus 2026, berlokasi di Kalibaru, Jakarta Utara.
Kalibaru merupakan salah satu kawasan pesisir yang masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan, khususnya budidaya kerang hijau. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah kulit kerang dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Berdasarkan hasil survei lapangan, volume limbah kulit kerang di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hingga 2 ton setiap hari. Kondisi ini menimbulkan pencemaran lingkungan, mengganggu estetika kawasan pesisir, serta berpotensi menurunkan kualitas ekosistem laut.
Ketua tim pengabdian Universitas Darma Persada, Moch Ricky Dariansyah, menjelaskan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi bahan baku alternatif dalam pembuatan paving block.
Pendekatan tersebut merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular, yaitu mengembalikan limbah menjadi sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
“Melalui penerapan teknologi tepat guna, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga memiliki keterampilan baru yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif,” ujarnya.
Program ini menyasar Kelompok Kerajinan Cangkang Kering (CANGKRING) Utara di Kelurahan Kalibaru sebagai mitra utama. Berbagai kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi mengenai dampak pencemaran limbah kulit kerang, pelatihan teknik pengolahan limbah, praktik pembuatan paving block, pendampingan produksi, hingga evaluasi keberlanjutan usaha masyarakat.
Trisno selaku Ketua Mitra CANGKRING menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak/Ibu dari Universitas Darma Persada yang telah menginisiasi kegiatan ini, salah satu tantangan yang kami hadapi selain mengolah limbah kulit kerang ialah terbatasnya cetakan paving block untuk meningkatkan jumlah produksi. Dengan adanya pelatihan ini kami sangat terbantu dan bisa belajar cara membuat cetakan paving block serta meningkatkan pengolahan limbah kulit kerang menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujarnya pada sambutan yang disampaikan pada saat kegiatan ini dilaksanakan.
Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga nelayan. Selama ini, pendapatan masyarakat pesisir Kalibaru masih sangat bergantung pada hasil tangkapan maupun budidaya kerang hijau yang bersifat musiman dan dipengaruhi kondisi cuaca.
Diversifikasi usaha melalui produksi paving block diharapkan menjadi peluang usaha baru yang lebih berkelanjutan.

Pemanfaatan limbah kulit kerang sebagai bahan substitusi agregat dalam paving block juga memiliki nilai tambah dari sisi lingkungan. Selain mengurangi volume limbah yang mencemari kawasan pesisir, penggunaan limbah sebagai bahan baku mampu mengurangi kebutuhan material konvensional sehingga mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
Program ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12) serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Teknologi tepat guna yang diterapkan diharapkan dapat menjadi solusi praktis yang mudah direplikasi oleh masyarakat pesisir lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, Universitas Darma Persada berharap inovasi sederhana berbasis potensi lokal ini dapat menjadi contoh bahwa limbah bukan lagi menjadi beban lingkungan, melainkan sumber daya baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung pendanaannya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi inovasi teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalibaru.
