KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, Windyarto, S.H. merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan organisasi, pengelolaan usaha, serta pengembangan industri pariwisata, wedding, MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) dan pengelolaan gedung pertemuan di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Dwi Windyarto dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong pengembangan industri wedding dan sektor usaha yang terkait dengan penyelenggaraan acara. Kiprahnya tidak hanya berorientasi pada pengelolaan bisnis, tetapi juga pada penguatan ekosistem usaha yang melibatkan berbagai pelaku ekonomi, mulai dari UMKM, penyedia jasa katering, dekorasi, tata rias, busana, pelaku seni dan musik tradisional hingga berbagai tenaga kerja pendukung kegiatan pernikahan dan MICE.
Saat ini, Dwi Windyarto dipercaya sebagai Founder dan Komisaris PT Grahatama Persada Nusantara yang merupakan bagian dari Graha Group. Melalui perusahaan tersebut, ia turut terlibat dalam pengelolaan sejumlah gedung pertemuan dan gedung pernikahan di berbagai lokasi.
Pengalaman Lebih dari Tiga Dekade
Perjalanan profesional Dwi Windyarto tidak terlepas dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ia memiliki pengalaman panjang dalam berbagai posisi strategis dan fungsional di lingkungan TMII, mulai dari pengelolaan gedung, informasi budaya dan wisata hingga pengembangan unit usaha.
Dwi Windyarto pernah menjabat sebagai Manajer Gedung Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo dan Sasono Adiguno TMII pada periode 1988–2016. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya di bidang pengelolaan fasilitas pertemuan, kegiatan budaya, pariwisata dan penyelenggaraan berbagai acara.
Pada periode 2011–2016, Dwi Windyarto juga dipercaya sebagai Pengelola Seluruh Gedung Pertemuan dan Penginapan Area Taman Mini Indonesia Indah. Posisi ini memberikan pengalaman luas dalam pengelolaan berbagai fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pertemuan, acara budaya, kegiatan masyarakat dan berbagai aktivitas lainnya.
Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Manajer Informasi Budaya & Wisata Taman Mini Indonesia Indah pada 2019–2020. Dwi Windyarto juga pernah menjabat sebagai Koordinator Unit Usaha TMII pada periode 2016–2019.
Dalam perjalanan kariernya di TMII, Dwi Windyarto juga tercatat sebagai Dewan Pembina Budaya Taman Mini Indonesia Indah periode 2016–2020 serta Board of Director (BOD) Taman Mini Indonesia Indah pada 2021–2022.
Berbagai pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pengelolaan destinasi, gedung pertemuan, pariwisata, kebudayaan, organisasi dan kegiatan berbasis industri kreatif.
Memimpin ASGEPRINDO
Selain pengalaman profesional di dunia usaha, Dwi Windyarto aktif dalam organisasi pengusaha. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Umum ASGEPRINDO (Asosiasi Pengusaha Gedung Pertemuan dan Tempat Resepsi Indonesia).
Dalam kapasitas tersebut, Dwi Windyarto memiliki perhatian besar terhadap perkembangan industri wedding dan MICE di Indonesia. Menurutnya, industri wedding bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak sektor usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Setiap penyelenggaraan pesta pernikahan, misalnya, melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari katering dan makanan, dekorasi, perias, tata busana, fotografer, penyedia perlengkapan acara, hingga pelaku seni dan musik tradisional.
Dalam satu pesta pernikahan, keterlibatan tenaga kerja dapat mencapai lebih dari 50 orang, tergantung skala dan konsep acara. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya efek ekonomi yang dihasilkan oleh industri wedding terhadap masyarakat.
Di Jakarta, aktivitas penyelenggaraan acara pernikahan juga berlangsung secara masif setiap akhir pekan. Berdasarkan data yang disampaikan Dwi Windyarto, setiap Sabtu dan Minggu terdapat sekitar 200 lokasi wedding yang tersebar di gedung pertemuan, hotel, masjid hingga balai desa.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa industri wedding memiliki rantai ekonomi yang luas dan menjadi salah satu sektor yang mampu menggerakkan berbagai usaha, khususnya UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
Mendorong Peran Industri Wedding dan MICE
Di bawah kepemimpinan Dwi Windyarto, ASGEPRINDO memberikan perhatian terhadap penguatan peran industri wedding dan MICE sebagai salah satu sektor pendukung perekonomian nasional.
Industri wedding dan MICE memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang, seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, dekorasi, fesyen, tata rias, fotografi, videografi, seni pertunjukan dan ekonomi kreatif.
Karena itu, pengembangan industri wedding tidak hanya memberikan manfaat kepada pemilik gedung atau penyelenggara acara, tetapi juga memberikan peluang ekonomi kepada pelaku usaha di berbagai lapisan.
Dwi Windyarto melihat potensi tersebut sebagai kekuatan yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pelaku industri dengan pemerintah.
Menurutnya, keberadaan industri wedding dan MICE dapat memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah melalui penciptaan lapangan pekerjaan, aktivitas ekonomi, pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan berbagai aset dan fasilitas yang tersedia.
Kolaborasi dengan Pemerintah
Dalam menjalankan kiprahnya di dunia usaha, Dwi Windyarto juga terlibat dalam kerja sama dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan aset-aset milik kementerian dan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset pemerintah agar dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pengelolaan aset, khususnya fasilitas yang dapat digunakan untuk kegiatan pertemuan, wedding dan MICE, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi berbagai sektor terkait.
Pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman Dwi Windyarto selama puluhan tahun dalam pengelolaan gedung pertemuan dan fasilitas kegiatan masyarakat.
PT Grahatama Persada Nusantara dan Graha Group
Sebagai Founder & Komisaris PT Grahatama Persada Nusantara, Dwi Windyarto juga berperan dalam pengembangan dan pengelolaan usaha di bidang gedung pertemuan dan gedung pernikahan.
PT Grahatama Persada Nusantara merupakan salah satu anggota Graha Group yang turut serta dalam pengelolaan sejumlah fasilitas gedung untuk kegiatan pernikahan, pertemuan dan acara lainnya.
Sejumlah fasilitas yang tercatat dalam portofolio pengelolaan antara lain Auditorium Gedung E Kementerian Pertanian RI, Auditorium Gedung D Kementerian Pertanian RI, Auditorium Gedung Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Hall Batavia Gedung Nyi Ageng Serang, Hall Jayakarta Gedung Nyi Ageng Serang, Marina Batavia Grand Ballroom, Gedung SAM Kelapa Gading, Auditorium ISTN, Auditorium BKKBN serta Auditorium MEKTAN.
Portofolio tersebut mencerminkan pengalaman perusahaan dalam mengelola fasilitas yang digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk resepsi pernikahan, pertemuan, konferensi dan kegiatan lainnya.
Pionir Pemulihan Industri Wedding Pascapandemi
Dwi Windyarto juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, khususnya melalui sektor industri wedding dan UMKM.
Pandemi memberikan dampak besar terhadap industri penyelenggaraan acara. Pembatasan kegiatan masyarakat membuat banyak gedung pertemuan, penyelenggara acara, pelaku wedding dan UMKM mengalami penurunan aktivitas secara signifikan.
Dalam kondisi tersebut, Dwi Windyarto melalui ASGEPRINDO turut mendorong pemulihan sektor wedding dan UMKM dengan memperkuat kembali aktivitas usaha serta membangun kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam menghidupkan kembali sektor industri yang memiliki efek berantai terhadap banyak bidang usaha.
Memberikan Apresiasi kepada Pelaku Seni dan Industri Kreatif
Selain fokus pada sektor usaha, Dwi Windyarto melalui ASGEPRINDO juga memberikan perhatian terhadap pelaku seni dan industri kreatif.
ASGEPRINDO tercatat memberikan penghargaan kepada tiga tokoh yang berasal dari kalangan pelaku seni, perfilman dan musisi sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam perkembangan industri kreatif Indonesia.
Perhatian terhadap pelaku seni tersebut menjadi bagian dari pandangan bahwa industri wedding dan MICE tidak dapat dipisahkan dari sektor seni dan budaya. Kehadiran musisi, seniman pertunjukan, pelaku seni tradisional dan pekerja kreatif menjadi bagian penting dari ekosistem penyelenggaraan berbagai acara.
Mendukung UMKM Bidang Wedding
Dwi Windyarto juga memberikan perhatian terhadap para pelaku UMKM yang bergerak di bidang wedding.
Menurutnya, keberadaan UMKM merupakan salah satu kekuatan utama dalam industri wedding karena banyak kebutuhan acara pernikahan dipenuhi oleh usaha berskala kecil dan menengah.
Mulai dari usaha katering, dekorasi, tata rias, busana pengantin, penyedia perlengkapan pesta hingga pelaku seni dan musik, semuanya memiliki peran dalam membentuk ekosistem industri wedding.
Karena itu, penguatan industri wedding secara otomatis dapat memberikan ruang pertumbuhan bagi UMKM.
Kiprah Organisasi dan Profesional
Selain menjabat sebagai Ketua Umum ASGEPRINDO, Dwi Windyarto juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina ASPEDI (Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia).
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Usaha PUTRI (Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia) periode 2000–2022.
Pengalaman organisasi tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam membangun jejaring dan kolaborasi di berbagai sektor yang berkaitan dengan pariwisata, rekreasi, gedung pertemuan, dekorasi, wedding dan industri kreatif.
Tokoh dengan Pengalaman di Bidang Pariwisata dan Kebudayaan
Pengalaman Dwi Windyarto di lingkungan TMII selama puluhan tahun juga memberikan warna tersendiri dalam kiprahnya.
TMII merupakan salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata, kebudayaan dan kegiatan masyarakat. Pengalaman menangani fasilitas gedung, kegiatan budaya, informasi wisata dan unit usaha membuat Dwi Windyarto memiliki pemahaman yang luas mengenai pengelolaan destinasi dan fasilitas publik.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal dalam mengembangkan kiprahnya di sektor gedung pertemuan, wedding dan MICE.
Mendorong Industri Wedding sebagai Penggerak Ekonomi
Dwi Windyarto memandang industri wedding sebagai sektor yang memiliki potensi besar dalam menciptakan efek ekonomi berantai.
Sebuah acara pernikahan tidak hanya menghasilkan transaksi antara penyelenggara dengan gedung tempat acara berlangsung. Di belakangnya terdapat berbagai pelaku usaha yang ikut mendapatkan manfaat ekonomi.
Katering membutuhkan tenaga memasak, pelayan dan penyedia bahan makanan. Dekorasi membutuhkan tenaga desain, produksi dan pemasangan. Tata rias melibatkan make-up artist dan penata busana. Pelaku musik dan seni turut mengisi acara. Fotografer dan videografer mengabadikan momen. Transportasi dan berbagai jasa pendukung lainnya juga ikut bergerak.
Dengan demikian, satu acara pernikahan dapat memberikan manfaat ekonomi kepada puluhan pelaku usaha dan pekerja.
Jika jumlah penyelenggaraan acara berlangsung dalam skala besar setiap akhir pekan, potensi ekonomi yang dihasilkan menjadi semakin signifikan.
Visi dan Komitmen
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Dwi Windyarto terus menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pengembangan industri wedding, MICE, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Komitmennya adalah menghadirkan inovasi, memperluas kolaborasi serta memberikan nilai terbaik bagi kemajuan industri pernikahan, budaya dan pariwisata di Indonesia.
Melalui peran di ASGEPRINDO, PT Grahatama Persada Nusantara dan berbagai organisasi yang pernah dipimpinnya, Dwi Windyarto terus mendorong terciptanya ekosistem industri yang mampu memberikan manfaat kepada pemerintah, dunia usaha, UMKM, pekerja dan masyarakat luas.
Profil Dwi Windyarto, S.H. menunjukkan perjalanan seorang profesional yang tumbuh dari pengalaman panjang di bidang pengelolaan gedung, pariwisata dan kebudayaan, kemudian berkembang menjadi pemimpin organisasi dan pelaku usaha yang aktif memperkuat industri wedding dan MICE di Indonesia.
Dengan jaringan pengalaman yang luas serta keterlibatan dalam pengelolaan berbagai fasilitas pertemuan, Dwi Windyarto menjadi salah satu figur yang memiliki perspektif menyeluruh mengenai potensi industri wedding sebagai bagian dari industri kreatif dan penggerak ekonomi nasional.
Data Singkat Dwi Windyarto, S.H.
Nama: Dwi Windyarto, S.H.
Jabatan saat ini: Founder & Komisaris PT Grahatama Persada Nusantara (Graha Group)
Jabatan organisasi: Ketua Umum ASGEPRINDO (Asosiasi Pengusaha Gedung Pertemuan dan Tempat Resepsi Indonesia)
Jabatan organisasi lainnya: Ketua Dewan Pembina ASPEDI (Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia)
Jabatan sebelumnya: Ketua Bidang Usaha PUTRI (Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia), 2000–2022
Pengalaman: Lebih dari 30 tahun di bidang kepemimpinan organisasi, pengelolaan usaha, pariwisata, kebudayaan, gedung pertemuan, wedding dan MICE.
Pengalaman di TMII antara lain:
– Dewan Pembina Budaya TMII, 2016–2020.
– Board of Director (BOD) TMII, 2021–2022.
– Koordinator Unit Usaha TMII, 2016–2019.
– Manajer Informasi Budaya & Wisata TMII, 2019–2020.
– Pengelola seluruh gedung pertemuan dan penginapan Area TMII, 2011–2016.
– Manajer Gedung Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo dan Sasono Adiguno TMII, 1988–2016.
Bidang kiprah utama:
– Industri wedding dan resepsi.
– MICE.
– Pengelolaan gedung pertemuan.
– Pariwisata dan kebudayaan.
– Pemberdayaan UMKM.
– Ekonomi kreatif.
– Kolaborasi pengelolaan aset pemerintah.
– Pengembangan usaha dan organisasi.
Dwi Windyarto, S.H. melihat industri wedding dan MICE bukan hanya sebagai bisnis penyelenggaraan acara, tetapi sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan gedung pertemuan, UMKM, kuliner, dekorasi, tata rias, busana, seni, musik, pariwisata dan berbagai sektor jasa lainnya. Perspektif tersebut menjadi salah satu dasar komitmennya dalam terus mendorong pertumbuhan industri wedding dan MICE di Indonesia.


