Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Prof Oman Fathurahman Raih IKALUIN Award 2026, Ajak Generasi Muda Kembangkan Kajian Manuskrip Islam Nusantara

Posted on 20 Juni 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 20 Juni 2026 – Guru Besar dan pakar filologi Islam Nusantara, Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum., menerima penghargaan IKALUIN Award 2026 pada kategori Pemikiran Keagamaan dalam puncak penganugerahan yang diselenggarakan Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) di Aula Gedung Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Alumni Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut dinilai berhasil memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran keagamaan melalui pelestarian, pengkajian, dan publikasi manuskrip Islam Nusantara yang telah dikenal hingga tingkat internasional.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Prof. Oman mengungkapkan rasa syukur sekaligus mengenang perjalanan akademiknya yang panjang dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ia bercerita bahwa pada masa akhir kuliah di tahun 1994, dirinya sempat menolak tawaran grunya, Prof. Nabilah Lubis (alm.), untuk menulis skripsi bidang filologi yang fokusnya mengkaji manuskrip kuno. Baginya, bidang itu dianggap kering dan tidak menarik. Namun perjalanan hidup justru membawanya menekuni bidang manuskrip keagamaan hingga menjadi fokus pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade.

“Dulu Prof. Nabilah sampai mengiming-imingi saya beasiswa untuk meneliti naskah kuno, tetapi saat itu saya menolak karena bidang itu sepi peminat, tidak terkenal. Namun ternyata jalan hidup membawa saya masuk ke bidang tersebut secara mendalam, hingga kini dianggap pakar. Saya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh IKALUIN dan UIN Jakarta,” ujar Prof. Oman, yang juga pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Depok ini.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi terhadap dirinya pribadi, melainkan sebagai bukti keberpihakan IKALUIN terhadap bidang ilmu filologi yang selama ini nyaris terpinggirkan. Ia berharap, kini publik dapat mengakui pentingnya menggali pemikiran keagamaan khas Nusantara, yang berbasis pada sumber-sumber primer manuskrip kuno, yang jumlahnya amat sangat melimpah. Manuskrip keagamaan Nusantara itu mengandung pemikiran yang masih sangat relevan dengan berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga:  Thomas Nurhakim Dorong Perluasan CNG dan LNG sebagai Solusi Nyata Substitusi LPG di Indonesia

Prof. Oman menegaskan bahwa kini manuskrip kuno yang berisi pemikiran keislaman para ulama Nusantara sudah banyak tersedia secara terbuka (open access), sehingga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh berbagai fakultas serta bidang keilmuan terkait di lingkungan perguruan tinggi.

“Saya berharap pemikiran keagamaan para ulama dalam manuskrip-manuskrip Nusantara dapat terus dikaji, bukan hanya oleh mahasiswa dan dosen di Fakultas Adab, Ushuluddin, atau Syariah saja, melainkan juga pengkaji berbagai bidang ilmu di fakultas lain, termasuk sains dan kedokteran,” ujar peraih Habibie Prize 2023 ini.

Ia menjelaskan bahwa manuskrip Nusantara menyimpan banyak pengetahuan, nilai, dan warisan intelektual yang dapat menjadi referensi penting dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Oman juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang selama ini menjadi pendukung utama perjalanan akademiknya. Ia mengungkapkan bahwa istrinya, yang juga alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta, serta anak-anaknya merupakan pihak yang paling banyak berkorban, dan paling memahami proses panjang yang telah ia jalani selama puluhan tahun.

“Yang paling memahami perjalanan panjang saya hingga berada di titik ini tentu keluarga saya, istri dan anak-anak saya. Mereka menyaksikan bagaimana selama lebih dari 32 tahun saya terus membaca, membulak-balik, meneliti, dan mengkaji lembaran kertas lapuk dari manuskrip kuno,” tuturnya.

Prof. Oman menambahkan bahwa sejak tahun 1994 dirinya secara konsisten menekuni penelitian manuskrip Islam Nusantara. Pengakuan dunia akademik internasional pun diraihnya. Pada 2015 hingga 2022, ia dipercaya menjadi anggota Panel Endangered Archive Programme (EAP) di British Library, London. Sejak 2017, ia juga menjadi Principal Investigator Program DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia), kerjasama PPIM UIN Jakarta dan Universitas Hamburg Jerman, untuk melakukan digitalisasi manuskrip se-Asia Tenggara.

Baca Juga:  “Banten Raih Penghargaan Nasional di HUT ke-5 PABPDSI: Komitmen Gubernur Dorong Kemajuan Desa Diakui Menteri Desa”

Ia awal Juni lalu bahkan diundang menjadi penguji eksternal dalam Ph.D defense di Leiden University, Belanda, serta berbagi hasil penelitian pemikiran keagamaan ulama Nusantara dalam sebuah konferensi bersama para profesor dan peneliti dunia dari berbagai negara di Eropa. Universitas Leiden, Belanda dikenal sebagai salah satu pusat kajian manuskrip Nusantara terkemuka di dunia.

“Selama 32 tahun saya terus membaca dan meneliti manuskrip. Alhamdulillah dari sana saya dapat kesempatan berbagi ilmu, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai forum internasional, termasuk di Leiden, satu pusat kajian manuskrip Nusantara, tempat guru-guru filologi saya belajar,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Prof. Oman menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum IKALUIN, Rektor UIN Jakarta, beserta jajarannya dan seluruh pihak yang telah memberikan penghargaan tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan dan penelitian yang berakar pada kekayaan intelektual bangsa.

IKALUIN Award 2026 mengusung tema “Inspiring Legacy, Empowering Nation” dan diberikan kepada tokoh, institusi, serta organisasi yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui kepemimpinan, inovasi, pemikiran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pos Terbaru

  • DPN PERADI Gelar Seminar Internasional, Bahas Jaminan Akuisisi, Asuransi dan Kontrak Konstruksi
  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme