Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

HUT KNTI Ke-17: Nelayan Jakarta Utara Serukan Kedaulatan Laut dan Perlindungan Pesisir

Posted on 14 Mei 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 14 Mei 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang digelar di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk memperkuat solidaritas dan konsolidasi perjuangan nelayan tradisional dalam mempertahankan hak atas laut, ruang hidup, dan wilayah pesisir.

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNTI Jakarta Utara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas nelayan, organisasi lingkungan hidup, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Ketua DPD KNTI Jakarta Utara, Jeni Alpiani, mengatakan bahwa perayaan HUT KNTI bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat perjuangan nelayan tradisional yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan di kawasan pesisir.

“HUT KNTI ke-17 ini menjadi momentum memperkuat solidaritas nelayan tradisional, khususnya di Jakarta Utara, agar hak-hak masyarakat pesisir tetap terlindungi dan diperhatikan,” ujar Jeni Alpiani dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menegaskan bahwa perjuangan nelayan tradisional merupakan bagian dari perjuangan konstitusional rakyat dalam mempertahankan kedaulatan atas tanah, laut, dan wilayah perairan.

“Kita hari ini tidak hanya merayakan 17 tahun KNTI, tetapi juga sedang mengonsolidasikan perjuangan nelayan. Ini adalah perjuangan tentang kedaulatan nelayan atas tanahnya, akses terhadap laut, dan wilayah perairan yang aman,” kata Dewi Kartika.

Ia menilai arah pembangunan di kawasan pesisir saat ini masih banyak yang tidak menempatkan nelayan sebagai subjek utama pembangunan. Menurutnya, laut dan wilayah pesisir lebih sering dipandang sebagai komoditas ekonomi yang menguntungkan pemilik modal besar.

“Kita menyaksikan pembangunan yang justru meminggirkan nelayan. Laut dipandang sebagai komoditas, sehingga yang diuntungkan hanya korporasi dan kelompok bermodal besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia Women Fest 2026 Resmi Dibuka di ICE BSD, Hadirkan 180 Tenant dan Dorong Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Dewi Kartika juga menegaskan dukungan penuh KPA terhadap perjuangan nelayan tradisional di Jakarta Utara agar tetap memiliki hak atas ruang hidup dan sumber penghidupan mereka.

“Atas nama Konsorsium Pembaruan Agraria, kami mendukung perjuangan nelayan Jakarta Utara agar tetap berdaulat atas lautnya, mandiri secara ekonomi, dan memiliki wilayah pesisir yang lestari bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KNTI Dani Setiawan menyoroti masih adanya kebijakan pembangunan yang dinilai meminggirkan nelayan kecil dan tradisional, khususnya di wilayah pesisir Jakarta.

Menurut Dani, berbagai proyek pembangunan kawasan pesisir sering kali mengabaikan hak masyarakat nelayan untuk mendapatkan akses terhadap laut sebagai sumber penghidupan utama mereka.

“Masih ada kebijakan yang meminggirkan hak-hak nelayan kecil. Pembangunan kawasan pesisir justru mempersempit ruang hidup dan ruang tangkap nelayan di Jakarta,” ujar Dani Setiawan.

Ia menegaskan bahwa KNTI akan terus memperjuangkan hak-hak nelayan kecil dan menolak segala bentuk marjinalisasi maupun penyingkiran masyarakat pesisir dari ruang hidupnya.

“Kita tidak hanya menolak marjinalisasi terhadap nelayan, tetapi juga menolak penyingkiran ruang hidup masyarakat pesisir. Pemerintah pusat maupun daerah harus hadir memenuhi hak-hak nelayan kecil dan tradisional,” katanya.

Dani juga menyerukan solidaritas nasional antar nelayan tradisional apabila terjadi penggusuran atau penyingkiran masyarakat pesisir di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita mendukung penuh perjuangan nelayan Jakarta Utara. Dan kita akan bergerak bersama apabila ada nelayan kecil dan tradisional yang diusir dari kampung-kampung mereka,” tegasnya.

 

Pos Terbaru

  • DPN PERADI Gelar Seminar Internasional, Bahas Jaminan Akuisisi, Asuransi dan Kontrak Konstruksi
  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme