KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menegaskan pentingnya transformasi sektor transportasi dalam mendukung posisi Jakarta sebagai kota global. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara bersama awak media usai menjadi narasumber talkshow bertema “Jakarta Connecting Futures: Potensi Ekonomi Jakarta dari Masa Lalu ke Masa Depan” pada ajang Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 17 September 2025.
Dalam paparannya, Ujang Harmawan menjelaskan bahwa Jakarta harus terus berbenah untuk menjawab tantangan kota metropolitan modern. Salah satu fokus utama adalah menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, serta berkelanjutan. “Jakarta ke depan harus mampu mewujudkan transportasi yang lebih baik melalui berbagai inovasi, salah satunya dengan penerapan traffic control system di persimpangan lampu merah wilayah DKI Jakarta. Teknologi ini akan meningkatkan efisiensi lalu lintas dan mengurangi kemacetan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya integrasi semua moda transportasi publik, mulai dari TransJakarta, MRT, LRT, hingga kereta KAI. Menurutnya, keterpaduan sistem transportasi akan memberikan kemudahan, efisiensi biaya, sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. “Data saat ini menunjukkan jumlah kendaraan pribadi sudah mencapai 13,8 juta unit, sementara pengguna angkutan umum baru sekitar 22,9 persen. Maka, peningkatan kualitas layanan dan integrasi sistem sangat mendesak agar masyarakat lebih memilih transportasi publik,” tambahnya.
Lebih jauh, Ujang Harmawan menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik tidak hanya soal mengurangi kemacetan, tetapi juga menjadi daya tarik bagi investor, pelaku usaha, hingga wisatawan yang datang ke Jakarta. Menurutnya, kota yang memiliki sistem transportasi modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan akan menjadi magnet investasi dan pariwisata.
“Jakarta harus menjadi kota yang aman, nyaman, sekaligus mendunia. Namun, dalam perjalanannya kita tidak boleh melupakan identitas budaya lokal yang menjadi jati diri kota ini. Prinsip ‘Jaga Jakarta’ harus dipegang setiap warga, agar Jakarta yang kita cintai benar-benar siap menjadi kota global tanpa kehilangan akar budaya,” pungkasnya.
Ajang JITEX 2025 sendiri menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor investasi, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM, yang menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pintu gerbang Indonesia menuju dunia internasional.

