KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Hendra P. Iskandar, Minister Counselor / Economic Affairs Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, menegaskan pentingnya peran Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata Indonesia di masa depan. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan awak media usai menjadi narasumber pada talkshow bertajuk “Jakarta Connecting Futures: Potensi Ekonomi Jakarta dari Masa Lalu ke Masa Depan” di ajang Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 17–19 September 2025.
Menurut Hendra, Jakarta bukan hanya sekadar ibu kota lama, melainkan juga pintu masuk utama bagi investor dan wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia. Ia menekankan bahwa potensi Jakarta masih sangat besar, baik dari sisi perdagangan maupun pariwisata. “Sejak tahun 2023 hingga 2024, wisatawan Malaysia merupakan wisatawan mancanegara terbanyak yang datang ke Indonesia dan hampir 30 persen di antaranya memilih Jakarta sebagai destinasi utama. Ke depan, tren ini bisa terus meningkat apabila kita mampu mengelola potensi yang ada,” ujarnya.
Dalam paparannya, Hendra menyebutkan bahwa diplomasi ekonomi menjadi kunci dalam memperkuat posisi Jakarta di mata dunia. Melalui berbagai forum bisnis, pameran internasional, serta kolaborasi lintas negara, KBRI Kuala Lumpur aktif menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar Malaysia. “Produk-produk unggulan dari Jakarta, khususnya dari sektor UMKM dan ekonomi kreatif, punya daya saing tinggi. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa membuka jalur pemasaran secara lebih luas di Malaysia. Untuk itu, KBRI berkomitmen melakukan follow up konkret setelah acara pameran seperti JITEX ini,” jelasnya.
Hendra juga menyoroti peluang besar di sektor pariwisata. Malaysia, kata dia, masih menjadi salah satu pasar terbesar wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dengan target 2,7 hingga 2,9 juta wisatawan Malaysia ke Indonesia, Jakarta berpeluang meraup manfaat besar apabila mampu meningkatkan kualitas layanan wisata, mengembangkan atraksi budaya, serta memperbaiki infrastruktur transportasi dan destinasi perkotaan. “Jakarta harus tampil sebagai kota konektivitas yang menarik, bukan hanya untuk bisnis, tapi juga untuk wisata. Mulai dari museum, pusat belanja, hingga ekowisata urban bisa menjadi daya tarik utama,” tambahnya.
Selain itu, sektor UMKM kreatif menjadi salah satu fokus diplomasi ekonomi Indonesia di Malaysia. Hendra mengungkapkan bahwa pada November mendatang, KBRI Kuala Lumpur akan memfasilitasi kegiatan promosi UMKM kreatif Indonesia di pasar Malaysia. Program ini diharapkan mampu membuka jalur distribusi produk-produk kreatif Jakarta seperti fesyen, kuliner, dan kerajinan tangan. “Dengan langkah ini, kita bukan hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga mendorong tumbuhnya lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran di dalam negeri,” tegasnya.
Talkshow di JITEX 2025 ini mendapat perhatian luas dari kalangan pelaku usaha, investor, hingga akademisi. Forum tersebut menjadi ajang diskusi strategis mengenai bagaimana Jakarta bisa menata diri untuk tetap menjadi pusat ekonomi dan investasi yang relevan di tengah dinamika global. Bagi Hendra, kunci keberhasilan terletak pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjadikan Jakarta sebagai kota masa depan yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi global.
