Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Adexco 2025 Dibuka di Jakarta, Target 7.000 Pengunjung dan Indonesia Jadi Pusat Inovasi Kebencanaan Dunia

Posted on 10 September 2025

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Di sela pembukaan Adexco 2025: The 4th Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/9), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memberikan keterangan pers kepada awak media.

Menko PMK menegaskan bahwa pameran internasional ini bukan sekadar memperkenalkan inovasi yang sudah ada, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan prototipe dan teknologi baru melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kita harus tangguh, semuanya harus tangguh. Pameran ini bukan hanya mengenalkan inovasi yang sudah ada, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi baru dari berbagai bidang. Indonesia bisa menjadi tempat pertemuan global untuk membangun solusi bencana, mulai dari teknologi, pariwisata, hingga artificial intelligence. Setiap detik dalam bencana sangat berharga, oleh karena itu kecepatan dalam merespons dan mengembalikan kondisi menjadi hal yang utama,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan bahwa Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam pengembangan sistem penanggulangan bencana. Menurutnya, pameran Adexco 2025 menunjukkan meningkatnya minat dan partisipasi industri dalam mendukung upaya kebencanaan nasional.

“Ini adalah penyelenggaraan yang keempat kalinya. Tahun ini jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 7.000 orang, baik dari kalangan individu maupun instansi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar 5.000 pengunjung. Kita juga melihat banyak peralatan baru dipamerkan, mulai dari sistem peringatan dini, teknologi pemadaman kebakaran hutan, hingga perangkat penyelamatan modern. Semua ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai pusat pembelajaran kebencanaan dunia,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, target utama adalah mempercepat respon, meminimalisir korban, dan memperkuat kolaborasi internasional. “Bencana ada di seluruh dunia, tapi sebagian besar jenis bencana terjadi di Indonesia. Karena itu, kita harus selalu siap, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.

Baca Juga:  Yusril Ihza Mahendra Soroti Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah di Bimtek Hanura Pontianak, Bahas Isu Parliamentary Threshold

Adexco 2025 sendiri mencatat peningkatan peserta hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pameran ini diikuti oleh industri, pemerintah, lembaga riset, hingga komunitas kebencanaan dari berbagai negara, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama global dalam membangun dunia yang lebih tangguh menghadapinya.

Pos Terbaru

  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
  • Kasus Kekerasan Seksual Anak di Jaktim, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme