Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

“NCW Bongkar Dugaan Dana Haram Biayai Kerusuhan di Jakarta dan Daerah, Hanifa Sutrisna Desak Aktor Intelektual Dibuka”

Posted on 31 Agustus 2025

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) National Corruption Watch (NCW) mengeluarkan pernyataan resmi terkait maraknya aksi kerusuhan di sejumlah daerah. Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, menegaskan adanya dugaan aliran dana haram yang dipakai untuk membiayai kerusuhan, termasuk logistik massa dan aksi provokasi.

“Kerusuhan ini bukan semata-mata murni aspirasi rakyat. Kami menduga kuat ada aktor intelektual dan jaringan finansial yang bermain di balik layar. Dana haram itu dipakai untuk menciptakan kekacauan, bahkan sampai menelan korban jiwa di Jakarta, Makassar, dan beberapa daerah lainnya,” ujar Hanifa dalam konferensi pers di Kantor DPP NCW, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Kritik atas Kebijakan Ekonomi

Hanifa menilai kondisi bangsa kian rawan akibat ketidakadilan ekonomi dan kebijakan negara yang belum berpihak kepada rakyat kecil. NCW menyoroti sejumlah persoalan, antara lain pajak yang dibebankan pada UMKM dan pedagang kaki lima, rendahnya upah buruh, minimnya gaji guru honorer, serta perlakuan istimewa bagi perusahaan tambang asing berupa tax holiday.

“Kebijakan ini tidak adil. Rakyat kecil dipaksa menanggung beban, sementara korporasi besar dan asing justru mendapat keistimewaan. Hal ini yang memicu aksi mahasiswa, buruh, pelajar, dan masyarakat sipil,” tegasnya.

Imbauan kepada Aparat dan Pemerintah

Dalam sikap resminya, NCW menyerukan beberapa hal penting:

1. Aparat penegak hukum diminta bersikap humanis dan menindak tegas oknum aparat yang melanggar etika maupun disiplin.

2. Pemerintah segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi rakyat, termasuk reformasi perpajakan, perlindungan buruh, penyelesaian status guru honorer, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada bangsa.

3. Partai politik dan elit diminta tidak menjadikan penderitaan rakyat sebagai alat konsolidasi politik.

Baca Juga:  Krista Exhibitions Resmi Gelar Konferensi Pers Empat Pameran Besar Industri 2025

4. Kapolri diminta bertanggung jawab atas eskalasi kerusuhan dan mempertimbangkan untuk mundur secara ksatria demi menjaga marwah institusi.

5. Meminta Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet guna membersihkan pejabat-pejabat yang tidak mendukung pemerintahan Presiden Prabowo secara nyata. Dan meminta pimpinan partai politik untuk melakukan tindakan tegas kepada kadernya yang melakukan pelanggaran etika dan memicu kamarahan rakyat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja ekonominya.

Hanifa juga menyampaikan rasa duka mendalam atas korban jiwa dalam kerusuhan. “Ini bukti nyata bahwa ada pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat dengan cara kotor,” katanya.

Dukungan Kritis untuk Presiden Prabowo

Meskipun melontarkan kritik keras, NCW menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima mandat rakyat.

“Dukungan ini bukan tanpa catatan. Kami percaya Presiden Prabowo mampu membawa bangsa keluar dari situasi sulit. Namun NCW akan terus mengawasi agar kebijakan tetap sesuai konstitusi dan berpihak pada rakyat,” jelas Hanifa.

Seruan Menjaga Persatuan

Menutup konferensi pers, Hanifa menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, dan masyarakat sipil untuk tetap menjaga persatuan.

“Aspirasi rakyat harus diperjuangkan dengan cara bermartabat, bukan melalui kerusuhan yang dibiayai uang haram. Kita harus menjaga persatuan, sebab setiap gesekan horizontal ditambah ketidakpuasan vertikal mudah dimanfaatkan pihak tertentu, termasuk kepentingan asing,” pungkasnya.

Pos Terbaru

  • DPN PERADI Gelar Seminar Internasional, Bahas Jaminan Akuisisi, Asuransi dan Kontrak Konstruksi
  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme