Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Suripto: Dualisme Kekuasaan Ancam Stabilitas Nasional, Prabowo Harus Tegas Lawan State Corporate Crime

Posted on 2 September 2025

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 2 September 2025 –Bertempat di Hotel Sofyan Cut Meutia, Cikini, Jakarta Pusat, tokoh nasional Suripto menghadiri deklarasi yang digelar oleh sejumlah elemen bangsa, di antaranya FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII. Dalam kesempatan tersebut, Suripto menyampaikan pandangan politiknya yang tegas mengenai situasi Indonesia saat ini. Ia menilai bahwa bangsa tengah menghadapi ancaman serius berupa dualisme kekuasaan yang dapat mengguncang stabilitas nasional.

Menurut Suripto, dualisme tersebut muncul antara kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan dengan kekuatan State Corporate Crime (SCC) yang terdiri dari para pengusaha jahat dan tamak yang berkolaborasi dengan sejumlah pejabat publik di lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, termasuk aparat penegak hukum seperti Polri dan TNI.

“Dualisme ini mesti segera diselesaikan. Kalau Presiden masih terus mempercayai orang-orang yang justru melemahkan negara, maka kepercayaan rakyat bisa hilang. Jangan sampai itu terjadi,” tegas Suripto.

Ia menambahkan, dualisme tersebut mengancam stabilitas nasional karena pada hakikatnya berarti pembiaran adanya negara di dalam negara. Oleh karena itu, SCC mesti diberantas sampai ke akar-akarnya. Suripto menekankan bahwa *State Corporate Crime* harus diposisikan sebagai musuh negara yang wajib diperangi.

“Kalau situasi ini terus dibiarkan, bangsa akan semakin rapuh. Maka Presiden perlu mengambil langkah tegas, bahkan sampai mengumumkan Dekrit Presiden untuk menyatakan perang terhadap SCC,” tegas Suripto.

Suripto juga mengingatkan bahwa situasi semacam ini mengingatkan pada dinamika politik tahun 1998, ketika muncul tokoh-tokoh alternatif seperti Amien Rais yang tampil sebagai simbol perlawanan. Ia menegaskan rakyat akan mencari figur baru jika seorang presiden tidak mampu memberi solusi konkret.

“Sejarah bisa berulang. Kalau Prabowo tidak mampu mengatasi situasi ini, maka rakyat akan mencari tokoh lain yang berani memimpin perubahan,” ujarnya.

Baca Juga:  Milad ke-5 AFPI di Gedung Joang ’45: Bakti Sosial dan Bela Negara Teguhkan Persatuan untuk Indonesia Maju

Suripto menekankan bahwa salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah keberanian pemerintah memerangi praktik corporate crime. Menurutnya, keberhasilan atau kegagalan Presiden dalam menghadapi jaringan mafia ekonomi dan pejabat publik yang berkolaborasi akan menjadi ukuran nyata keberhasilan pemerintahan.

“Kita harus dukung penuh bila Presiden tegas melawan State Corporate Crime. Itu langkah yang akan menentukan masa depan bangsa. Tapi kalau tidak ada tindakan, kepercayaan publik akan terkikis,” tandasnya.

Suripto menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga stabilitas dan memberikan dukungan konstruktif, seraya mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan negara dikuasai kepentingan segelintir elite yang mengorbankan rakyat.

Pos Terbaru

  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme