KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Upaya penguatan sektor UMKM dan industri kreatif kembali menemukan momentum baru melalui pelantikan dua organisasi strategis, Gerbang Wirausaha dan Juwita Nusantara. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Paviliun Provinsi, lantai 2 Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis 27 November 2025, menandai langkah penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan dan tata kecantikan yang lebih modern, terarah, dan kompetitif hingga tingkat global.

Ketua Pelaksana, Dimas H. Pribadi, melaporkan bahwa sebelum pengukuhan, panitia telah menggelar rangkaian kegiatan penguatan kapasitas. Pada 24 November, Gerbang Wirausaha mengadakan webinar bertema masa depan UMKM di era regulasi dan stabilitas ekonomi 2025 dengan menghadirkan narasumber Shinta Mariani dari UMKM All, Rachmat Anggara Supriyadi selaku CEO Qasir, serta Roy Sinaga dari Smesco. Kegiatan yang melibatkan sekitar 60 peserta ini menjadi pembuka menuju pelantikan resmi organisasi.

Memasuki inti acara, Sekretaris Jenderal Gerbang Wirausaha, Agus Daryanto, membacakan Surat Keputusan (SK) pengesahan struktur dan mandat kepengurusan sebagai dasar legalitas program kerja. Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Juwita Nusantara. SK organisasi dibacakan oleh Christiana, staf yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Ibu Siam Wahyuni, yang berhalangan hadir.


Pada sesi pelantikan, Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Umum Gerbang Wirausaha, R Wahyu Haryadi. Prosesi ini turut disaksikan Ahmad Ridha Sabana dari UKP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital.
Sementara untuk Juwita Nusantara, bendera pataka diserahkan oleh Christiana, staf yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Ibu Siam Wahyuni. Prosesi penyerahan ini berlangsung disaksikan oleh Ahmad Ridha Sabana sebagai bentuk pengesahan dan dukungan terhadap kiprah Juwita Nusantara dalam membangun ekosistem tata kecantikan Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, menyampaikan apresiasi atas hadirnya dua organisasi yang dinilai mampu memperluas pembinaan sektor UMKM dan pelaku kecantikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan lebih banyak mitra strategis yang dapat menjangkau pelaku usaha hingga ke lapangan, karena tidak semua program dapat dijalankan hanya melalui pemerintah.
Wamen menekankan bahwa Gerbang Wirausaha dan Juwita Nusantara memiliki posisi penting dalam memperluas akses pelatihan, sertifikasi, digitalisasi, serta penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor agar UMKM dan pelaku kecantikan mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar Asia. Pemerintah, katanya, sangat terbuka untuk bersinergi selama program yang dijalankan dapat diukur dampaknya bagi pelaku usaha.
Ketua Umum Gerbang Wirausaha, R Wahyu Haryadi, menyampaikan bahwa Gerbang Wirausaha hadir untuk menyediakan akses pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Ia menilai bahwa banyak pelatihan UMKM berhenti pada teori, tanpa pendampingan lanjutan yang mampu mengangkat UMKM naik kelas. Untuk mengatasi hal itu, Gerbang Wirausaha memperkenalkan aplikasi Gerbang Wirausaha Teknologi, sebuah platform yang menyediakan peluang usaha, pelatihan, serta pengembangan kompetensi. Struktur DPT dan PW kini dalam tahap finalisasi dan organisasi akan melakukan audiensi ke Kementerian Koperasi dan UMKM untuk memantapkan sinergi program.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Ridha Sabana menegaskan bahwa membangun ekosistem UMKM membutuhkan kolaborasi menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, katanya, memiliki komitmen kuat untuk mendukung sektor ini karena UMKM terbukti menjadi pilar yang selalu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi. Ridha juga menyoroti kontribusi besar UMKM yang pada tahun 2024 menyumbang lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional serta menyerap hampir 90 persen tenaga kerja Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Juwita Nusantara, Megasari, menjelaskan bahwa organisasinya hadir untuk mengintegrasikan tiga pilar utama tata kecantikan, yaitu rias pengantin, tata rambut, dan tata kulit. Dengan kekuatan tiga subbidang tersebut, Juwita Nusantara berkomitmen membangun ekosistem kolaboratif yang kuat bagi para profesional kecantikan Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa organisasi kini fokus memperkuat struktur kepengurusan di daerah dan menyiapkan program-program yang dapat membawa pelaku kecantikan menuju panggung internasional.
Saat ini Juwita Nusantara memiliki sekitar 20 pengurus inti dan telah membentuk perwakilan di Hong Kong, Singapura, Filipina, dan Taiwan. Pembentukan DPD di Indonesia juga terus berjalan di berbagai provinsi, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Dalam waktu dekat, organisasi akan menggelar pagelaran rias pengantin tradisional dan modern, serta menargetkan penyelenggaraan Pagelaran Nusantara berskala internasional di Hong Kong pada tahun mendatang.
Pengukuhan Gerbang Wirausaha dan Juwita Nusantara menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM dan industri kecantikan nasional. Dengan dukungan pemerintah, struktur organisasi yang matang, serta visi program yang berkelanjutan, kedua organisasi optimistis mampu mencetak wirausaha tangguh dan meningkatkan daya saing pelaku kecantikan Indonesia di kancah internasional.

