Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

IWAPI Aceh Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Siap Perluas Pelaksanaan ke Seluruh Daerah pada 2025

Posted on 27 Oktober 2025

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Aceh, Mainar Novita, menegaskan komitmen IWAPI Aceh untuk memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Pernyataan ini disampaikan pada hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV IWAPI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Mainar menjelaskan bahwa IWAPI Aceh hadir di Rakernas dengan kekuatan penuh, membawa 33 peserta yang mewakili seluruh DPC di provinsi tersebut. Kehadiran mereka, kata Mainar, bukan hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga untuk memperkuat sinergi dan mendapatkan arahan langsung dari DPP IWAPI agar dapat diterapkan di tingkat daerah.

“Tujuan kami datang ke Rakernas ini adalah agar seluruh pengurus DPC aktif mengikuti materi dan strategi nasional. Semua hasil kegiatan ini akan kami bawa pulang untuk diterapkan di wilayah masing-masing,” ujar Mainar.

Menurutnya, saat ini program MBG telah berjalan di enam titik wilayah Aceh dan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Ke depan, IWAPI Aceh berencana memperluas jangkauan program tersebut ke daerah-daerah lain dengan dukungan DPP IWAPI dan pemerintah daerah.

“Kami masih menemui kendala di lapangan, terutama terkait sistem kuota penerima manfaat yang seringkali terbatas. Karena itu, kami berharap ada koordinasi lebih intens dengan DPP agar pelaksanaannya di Aceh bisa lebih lancar dan merata,” jelasnya.

Selain fokus pada program MBG, IWAPI Aceh juga melihat potensi besar untuk berkolaborasi dengan berbagai kementerian, terutama Kementerian Pertanian dan Kementerian Peternakan, dalam mengembangkan sektor agrikultur dan peternakan daerah.

“Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Kami berharap IWAPI Aceh dapat menjadi bagian dari kerja sama atau penandatanganan MoU di bidang ini, agar pengusaha perempuan di Aceh bisa berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah,” tutup Mainar dengan optimisme.

Baca Juga:  Kebijakan HPM Baru Tingkatkan Penerimaan Negara, Industri Nikel Hadapi Tekanan Ganda di Awal Implementasi

Rakernas ke-IV IWAPI menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus dari berbagai provinsi untuk memperkuat program kerja strategis, meningkatkan kapasitas organisasi, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di seluruh Indonesia.

Pos Terbaru

  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme