KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan apresiasi atas peluncuran logo baru Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/10). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, serta jajaran pejabat dan undangan lainnya.
Rudy Mas’ud menilai perubahan logo BPH Migas bukan sekadar tampilan visual, melainkan simbol semangat baru dalam melaksanakan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia, terutama BBM subsidi. Menurutnya, BPH Migas memikul tanggung jawab besar dalam memastikan subsidi tepat sasaran, dengan nilai pengawasan yang mencapai Rp40 hingga Rp160 triliun per tahun hanya untuk BBM.
“Harapan kami dengan logo baru ini, BPH Migas semakin kuat dalam mengontrol distribusi BBM, khususnya subsidi agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin nelayan, pelaku usaha kecil, hingga warga di daerah terpencil bisa menikmati harga BBM yang sama, sehingga mendukung pemerataan ekonomi,” ujar Rudy Mas’ud.
Ia menambahkan, langkah penguatan pengawasan ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum industri yang tidak berhak. Rudy menekankan agar kebijakan energi ini difokuskan pada kelompok masyarakat kecil dan produktif yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam, menurutnya pengendalian distribusi BBM subsidi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan yang berkeadilan. “Semoga semangat baru melalui logo ini juga membawa perubahan nyata dalam menjaga ketahanan energi sekaligus memperkuat ekonomi rakyat di seluruh pelosok negeri,” tutupnya.

