KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) berlangsung meriah di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (25/11). Kegiatan nasional ini dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam momentum tersebut, Ketua Umum PP PABPDSI sekaligus Ketua Majelis Desa Indonesia, H. Fery Radiansyah, ST., MM, menyampaikan sejumlah pesan penting terkait perjuangan organisasi dan masa depan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Indonesia.
Dalam wawancara bersama awak media, Fery Radiansyah mengungkapkan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap perjuangan PABPDSI. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada perwakilan Presiden yang hadir, juga kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kementerian Desa, serta sejumlah perwakilan kementerian dan pemerintah daerah yang menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan peran BPD di tingkat desa.
Fery menegaskan bahwa perjuangan PABPDSI sejak awal adalah untuk memastikan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas anggota BPD di seluruh Indonesia. Salah satu isu utama yang terus diperjuangkan adalah standar kesejahteraan anggota BPD yang dinilai masih belum sesuai beban kerja dan tanggung jawab mereka.
Menurut Fery, usulan kesejahteraan minimal dua juta rupiah bagi anggota BPD serta tambahan dukungan pengawasan dari Dana Desa adalah tuntutan realistis yang harus segera diputuskan pemerintah. Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan biaya pengawasan, fungsi kontrol BPD terhadap pemerintah desa tidak akan berjalan optimal.
“Kita harus memastikan kejelasan standar kesejahteraan bagi anggota BPD. Bagaimana pengawasan bisa berjalan kalau tidak ada dukungan anggaran? Padahal fungsi pengawasan itu yang menjamin transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa,” ujar Fery.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat gerakan ekonomi desa melalui koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih yang kini mulai berkembang sebagai wadah penguatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, BPD juga memiliki peran penting dalam mengawal perkembangan usaha desa agar lebih berdampak bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Fery kembali menegaskan bahwa PABPDSI adalah organisasi besar yang menghimpun lebih dari 600.000 anggota di seluruh Indonesia. Ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus, khususnya pengurus kecamatan dan kabupaten/kota, untuk tetap solid dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah organisasi.
“Saya minta para pengurus tidak membangun isu-isu yang tidak benar. Kita ini berjuang untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi. Organisasi ini besar, anggotanya ratusan ribu. Kalau ada yang mencoba membawa kepentingan di luar konteks organisasi, saya akan bersikap tegas,” tegasnya.
Fery juga menambahkan bahwa perjuangan PABPDSI bukan hanya milik pengurus pusat, tetapi merupakan kerja kolektif seluruh anggota di lapangan. Ia menegaskan bahwa pihak yang benar-benar bekerja untuk organisasi akan terlihat dari komitmen dan konsistensinya, bukan dari retorika belaka.
“Yang kerja itu nyata terlihat. Kalau hanya bicara tapi tidak turun langsung memperjuangkan kepentingan anggota, itu omong kosong. Kita butuh orang-orang yang benar-benar mau bekerja untuk organisasi ini,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-5 PABPDSI ini disebutnya sebagai momentum konsolidasi nasional sekaligus refleksi perjuangan organisasi dalam menguatkan posisi strategis BPD sebagai unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Fery berharap pemerintah dapat memahami urgensi peningkatan kesejahteraan BPD sebagai bagian dari penguatan tata kelola desa yang lebih baik.
Acara HUT PABPDSI turut dihadiri sekitar 4.000 peserta dari 38 provinsi. Meski tidak semua ketua provinsi dapat hadir, perwakilan masing-masing wilayah memastikan keterlibatannya dalam agenda nasional tersebut. Fery menyebut hadirnya ribuan peserta sebagai bukti bahwa organisasi ini semakin solid dan diterima luas oleh masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat, Fery optimis PABPDSI akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pemerintahan desa sekaligus memperjuangkan hak dan kesejahteraan anggota BPD di seluruh Indonesia.

