KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) nasional melalui partisipasi aktif dalam ajang Indonesia Exhibition and Convention Summit (INDES) 2024 dan Indonesia Business Event Forum (IBEF) 2024.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) tersebut berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 5–6 November 2024 dan menjadi momentum penting bagi para pelaku industri MICE nasional.
Dalam wawancara bersama awak media di booth PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (5/11/2024), Venue Marketing Manager PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Leon Tabukhang, mengatakan bahwa keikutsertaan JIEXPO Kemayoran dalam ajang tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu venue pameran dan event terbesar di Indonesia.
“Kehadiran kami di INDES dan IBEF 2024 merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan industri MICE nasional sekaligus memperkuat brand awareness PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran di kalangan pelaku industri,” ujar Leon Tabukhang.
Menurutnya, pertumbuhan industri pameran dan event di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai dan berstandar internasional.
“Permintaan venue untuk pameran, konferensi, dan event terus meningkat setiap tahun. Namun, jumlah venue yang tersedia masih terbatas. Karena itu, pengembangan fasilitas baru menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan industri,” katanya.
Leon mengungkapkan bahwa PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran telah menyiapkan rencana pembangunan gedung baru yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
“Kami berencana membangun gedung tiga lantai dengan kapasitas besar. Setiap lantai memiliki luas sekitar 9.000 hingga 10.000 meter persegi untuk mendukung penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, industri MICE memiliki dampak ekonomi yang luas karena turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, pariwisata, kuliner, hingga investasi.
“Industri MICE menjadi salah satu sektor strategis yang mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Karena itu, dukungan pemerintah sangat penting agar industri ini terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat global,” tambah Leon.
Leon juga mengapresiasi langkah ASPERAPI yang terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan mempererat kolaborasi antar pelaku industri pameran di Indonesia.
“Kami optimistis dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat industri MICE terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tutupnya.

