Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

NCW Bongkar Mafia Impor Jalur Hijau Bea Cukai, Negara Diduga Rugi Rp20 Triliun Setiap Tahun

Posted on 6 Oktober 2025

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta, 4 Oktober 2025 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasional Corruption Watch (NCW) kembali mengungkap praktik mafia impor yang dinilai semakin merajalela dan mengancam kepentingan rakyat serta industri nasional. Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, menegaskan bahwa jalur hijau di Bea Cukai diduga kuat disalahgunakan oleh sejumlah perusahaan import borongan untuk meloloskan barang-barang ilegal dari Cina, mulai dari sepatu palsu, obat-obatan terlarang, hingga kosmetik berbahaya.

Menurut Hanifa, praktik kotor tersebut melibatkan setoran miliaran rupiah setiap tahun demi melancarkan penyelundupan barang ilegal tanpa pemeriksaan yang semestinya. “Berdasarkan hasil investigasi lapangan, perputaran uang dari jaringan ini mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun. Setiap kubik impor yang seharusnya dikenakan pajak dan biaya resmi, hanya dihitung Rp6 juta. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan perampokan terang-terangan terhadap kas negara,” tegas Hanifa dalam konferensi pers di Jakarta.

Merusak industri nasional dan mengancam kesehatan rakyat

Hanifa mengingatkan bahwa praktik impor ilegal ini bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga menghancurkan industri dalam negeri dan membahayakan masyarakat. “Barang-barang berbahaya yang lolos melalui jalur hijau bisa mengancam keselamatan konsumen. Banyak obat dan kosmetik mengandung bahan kimia beracun, sementara produsen lokal kian terpuruk karena kalah bersaing dengan produk ilegal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum internal Bea Cukai yang diduga menjadi pelindung jaringan mafia impor. “Ketika aparat yang seharusnya menjaga pintu masuk negara justru ikut bermain, maka keamanan pasar dan integritas sistem impor jelas dalam bahaya,” tambah Hanifa.

NCW desak pemerintah dan aparat hukum bergerak cepat

NCW mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan langkah konkret dan menyeluruh:

  1. Menggelar investigasi nasional terhadap praktik penyalahgunaan jalur hijau dan seluruh modus impor ilegal.
  2. Menindak tegas semua pihak yang terlibat, termasuk oknum di institusi negara, tanpa pandang bulu.
  3. Memperketat pengawasan terhadap barang impor untuk melindungi industri lokal dan konsumen.
  4. Memastikan seluruh pungutan dan pajak impor benar-benar masuk ke kas negara.
Baca Juga:  Eki Pitung Dorong Betawi Go International, Dewan Adat Bamus Betawi Perkuat Diplomasi Budaya Dunia

Hanifa menegaskan, praktik mafia impor merupakan alarm keras bagi seluruh pihak. “Jangan sampai aparat hukum hanya menjadi penonton. Negara harus hadir dan bertindak. NCW akan terus mengawal agar Indonesia bersih dari korupsi, mafia perdagangan, dan praktik busuk yang merugikan rakyat,” pungkasnya.

Pos Terbaru

  • Tempe Park Bogor Hadirkan Wisata Edukasi Tempe dan Destinasi MICE, Targetkan Buka Akhir 2026
  • Holiday Inn Express Semarang Simpang Lima Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara Lewat IBEM 2026
  • Harris Hotel & Convention Serpong Tampil Perdana di IBEM 2026, Siap Jadi Destinasi Utama MICE di Tangerang
  • DISKOVERA DMC Promosikan Bali, Labuan Bajo, dan Sumba di IBEM 2026, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi MICE Dunia
  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme