Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

“Polychem Indonesia Cetak Laba Bersih US$1,91 Juta pada Kuartal I 2026, Kinerja Berbalik Positif”

Posted on 2 Juni 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta, 2 Juni 2026 – PT Polychem Indonesia Tbk menyampaikan kinerja positif pada Public Expose 2026 yang digelar di Grand Tropic Suites Hotel, Jakarta. Perseroan berhasil membukukan perbaikan signifikan pada kinerja keuangan Kuartal I 2026 di tengah tantangan industri petrokimia global yang dipengaruhi gejolak geopolitik dan volatilitas harga bahan baku.

Presiden Direktur Gautama Hartarto menjelaskan bahwa perusahaan terus fokus pada efisiensi operasional, diversifikasi produk bernilai tambah, serta penguatan rantai pasok guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar global.

Pada Kuartal I 2026, Perseroan mencatat pendapatan sebesar US$32,43 juta, dengan volume penjualan mencapai 23.258 ton. Pasar domestik masih menjadi kontributor utama dengan porsi 98,21%, sementara ekspor menyumbang 1,79% dari total penjualan.

Kinerja profitabilitas menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor (gross profit) meningkat menjadi US$1,11 juta, sementara laba bersih (net income) berbalik positif menjadi US$1,91 juta, dibandingkan rugi bersih US$1,02 juta pada Kuartal I 2025. EBITDA juga melonjak menjadi US$1,74 juta dari sebelumnya US$0,40 juta.

Dari sisi neraca keuangan per Maret 2026, total aset Perseroan mencapai US$156,60 juta, dengan total liabilitas sebesar US$42,03 juta dan ekuitas sebesar US$114,58 juta, mencerminkan posisi keuangan yang tetap solid.

Selain membukukan perbaikan kinerja, Polychem juga terus memperkuat bisnis kimianya melalui berbagai produk utama seperti Mono Ethylene Glycol (MEG), Di-Ethylene Glycol (DEG), Tri-Ethylene Glycol (TEG), Ethylene Oxide Derivatives (EOD), Cement Grinding Aid (CGA), Coolant, Fatty Alcohol Ethoxylates, Nonyl Phenol Ethoxylates, Castor Oil Ethoxylates, serta Poly-Ethylene Glycol Ethoxylates.

Perseroan mengoperasikan fasilitas produksi Ethylene Glycol dan Ethylene Oxide Derivatives yang berlokasi di Bojonegara, Serang, Banten, yang menjadi salah satu pusat produksi penting bagi industri kimia nasional.

Baca Juga:  Wakil Presiden Komisaris PT Kertas Nusantara Indonesia Akan Kunjungi Kalimantan Timur untuk Peletakan Batu Pertama Pabrik Baja Senilai Rp6 Triliun

Menghadapi tahun 2026, Polychem mengakui adanya tantangan dari gangguan rantai pasok bahan baku petrokimia global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan bahan baku dan volatilitas harga di pasar internasional.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perseroan telah menjalankan sejumlah strategi mitigasi, antara lain memperluas sumber pasokan bahan baku dari berbagai wilayah, menerapkan mekanisme penyesuaian harga (pass-through pricing), mengoptimalkan tingkat operasi pabrik berdasarkan ketersediaan bahan baku, serta memperkuat perencanaan produksi yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

Dalam strategi jangka menengah dan panjang, Polychem juga fokus pada pengembangan produk bernilai tambah tinggi seperti Coal Dust Suppression, Cleaner & Degreaser, dan Tire Coolant, yang diharapkan dapat meningkatkan margin keuntungan sekaligus memperluas pangsa pasar.

Dari sisi pasar modal, saham Perseroan menunjukkan tren positif sepanjang satu tahun terakhir. Harga saham meningkat dari kisaran Rp102 per saham pada Maret 2025 menjadi Rp206 per saham pada Maret 2026, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis dan kinerja perusahaan.

Pos Terbaru

  • Tempe Park Bogor Hadirkan Wisata Edukasi Tempe dan Destinasi MICE, Targetkan Buka Akhir 2026
  • Holiday Inn Express Semarang Simpang Lima Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara Lewat IBEM 2026
  • Harris Hotel & Convention Serpong Tampil Perdana di IBEM 2026, Siap Jadi Destinasi Utama MICE di Tangerang
  • DISKOVERA DMC Promosikan Bali, Labuan Bajo, dan Sumba di IBEM 2026, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi MICE Dunia
  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme