KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 12 Mei 2026 — Pameran dan forum industri pertambangan serta metalurgi resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri tambang, perusahaan smelter, regulator, investor, akademisi, hingga penyedia teknologi industri dari berbagai sektor.

Pada pelaksanaan expo dan forum hari kedua, Selasa (12/5/2026), suasana area pameran terlihat ramai dipadati pengunjung industri dan delegasi perusahaan nasional maupun internasional. Dari pantauan awak media di lokasi, sejumlah booth perusahaan menampilkan berbagai inovasi teknologi pengolahan mineral, solusi hilirisasi, teknologi smelter, sistem efisiensi energi, hingga pengembangan industri tambang berkelanjutan.
Forum utama dalam MET CONNEX–MINE AIDIC 2026 menyoroti tantangan sekaligus peluang besar sektor pertambangan Indonesia di tengah perubahan geopolitik global, percepatan transisi energi dunia, serta meningkatnya kebutuhan mineral strategis untuk industri masa depan.
Sejumlah tokoh penting industri nasional hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, di antaranya Direktur Utama Indonesia Asahan Aluminium Melati Sarnita, CEO PT Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat, Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau, Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti, serta Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo.
Diskusi yang berlangsung di JICC Jakarta tersebut membahas langkah strategis memperkuat ekosistem hilirisasi industri mineral nasional melalui riset, inovasi teknologi, dan industrialisasi berkelanjutan guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
Dalam pemaparannya, Aryo Djojohadikusumo menegaskan bahwa masa depan industri tambang nasional harus dibangun melalui penguasaan teknologi dan pengembangan riset mineral strategis. Ia mengungkapkan rencana PT Arsari Tambang membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) di Bangka.
Pusat riset tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi pengolahan mineral nasional sekaligus mendukung penguatan hilirisasi industri tambang Indonesia. Keberadaan rare earth elements saat ini menjadi perhatian global karena memiliki peran vital dalam industri kendaraan listrik, baterai, energi baru terbarukan, elektronik modern, hingga teknologi pertahanan.
Selain membahas pembangunan smelter dan industrialisasi mineral, forum MET CONNEX–MINE AIDIC 2026 juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri, pemerintah, lembaga pendidikan, dan pusat riset untuk menciptakan industri tambang Indonesia yang lebih modern, kompetitif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dari pantauan di lokasi hingga siang, selama kegiatan berlangsung di JICC Senayan Jakarta, forum dan expo MET CONNEX–MINE AIDIC 2026 menjadi salah satu pusat perhatian industri pertambangan nasional karena menghadirkan pembahasan mengenai arah kebijakan hilirisasi, investasi teknologi mineral, serta peluang pengembangan industri logam strategis Indonesia di pasar global.

