KOMPASINDO.CO,ID, JAKARTA, Sabtu (30/8) — Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Santri dan Ulama Indonesia (PSUI), Prof. Dr. K.H. Tubagus Bahrudin, SE., MM., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan arahan sekaligus nasihat penting bagi generasi penerus bangsa, khususnya para santri di seluruh Indonesia.
Beliau menekankan bahwa peran santri tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, serta menjunjung tinggi silaturahmi antar sesama. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci terwujudnya kemajemukan bangsa yang harmonis.
“Santri adalah garda terdepan dalam menjaga moral, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan menjaga silaturahmi, kita akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Prof. Tubagus Bahrudin.
Ia juga menambahkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus terus dirawat. Santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke masyarakat luas, dengan mengedepankan toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong.
Melalui momentum ini, PB Persatuan Santri dan Ulama Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menjadikan santri sebagai motor penggerak dalam mewujudkan bangsa yang beradab, bermartabat, dan sejahtera.

