Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Ketua KNPI Intan Jaya Serukan Musyawarah Mufakat dalam Penempatan Militer di Distrik Sugapa dan Sekitarnya

Posted on 26 September 2025

KOMPASINDO.CO.ID, INTAN JAYA, 26 September 2025 – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Intan Jaya, Marius Jagani, S.Sos., menyampaikan pandangannya terkait isu penempatan personel militer di beberapa distrik Intan Jaya, khususnya Sugapa, homeyo ugimba, dan sekitarnya.

Dalam keterangannya, Marius menegaskan bahwa setiap kebijakan penempatan militer di daerah harus dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan mufakat dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah distrik, serta perwakilan masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga rasa saling menghormati dan memastikan terciptanya situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

“Indonesia adalah negara berdaulat, dan setiap langkah strategis seperti penempatan militer harus melalui proses musyawarah dan mufakat. Kehadiran militer jangan sampai dipandang sebagai upaya yang mengabaikan kedaulatan daerah atau menyingkirkan peran pemerintah lokal,” ujar Marius.

Ia juga menekankan bahwa segala bentuk kebijakan yang menyangkut keamanan dan aktivitas masyarakat tidak boleh dilakukan secara sepihak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar kehadiran aparat benar-benar membawa rasa aman, bukan sebaliknya.

“Penempatan pasukan non-organik hendaknya dievaluasi dengan bijak. Jangan sampai aktivitas masyarakat terhambat atau menimbulkan keresahan. Justru dengan komunikasi yang baik, kehadiran aparat dapat diterima sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan,” tambahnya.

Marius menilai, contoh daerah lain yang berhasil menjaga kondusivitas dengan mengedepankan dialog dan partisipasi masyarakat dapat menjadi acuan untuk Intan Jaya. Dengan demikian, setiap keputusan strategis akan diterima dengan lebih terbuka oleh masyarakat setempat.

Ia pun berharap agar semua pihak dapat menyatukan persepsi dan saling menghormati peran masing-masing demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama. “Kami ingin agar semua berjalan damai, dengan dialog dan musyawarah mufakat sebagai dasar. Intan Jaya butuh keamanan, tapi juga butuh dihormati dalam proses pengambilan keputusan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Minamas Plantation Borong 5 Penghargaan PAACLA Award 2026, Tegaskan Komitmen Hapus Pekerja Anak di Indonesia

Pos Terbaru

  • Tempe Park Bogor Hadirkan Wisata Edukasi Tempe dan Destinasi MICE, Targetkan Buka Akhir 2026
  • Holiday Inn Express Semarang Simpang Lima Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara Lewat IBEM 2026
  • Harris Hotel & Convention Serpong Tampil Perdana di IBEM 2026, Siap Jadi Destinasi Utama MICE di Tangerang
  • DISKOVERA DMC Promosikan Bali, Labuan Bajo, dan Sumba di IBEM 2026, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi MICE Dunia
  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme